Take a fresh look at your lifestyle.

Mahasiswa PHB Didaulat Menjadi Relawan Pajak

TEGAL, smpantura.com – Tax Center Politeknik Harapan Bersama (PHB) sebagai organisasi mitra Kanwil Dirjen Pajak (DJP) Jawa Tengah I, kembali dipilih untuk menggelar program relawan pajak Tahun 2022.

Pembina Tax Center PHB, Asrofi Langgeng Noermansyah menjelaskan, program yang digelar untuk kali ketiga di PHB itu bertujuan untuk mendukung peningkatan kepatuhan formal dan material wajib pajak.

Salah satunya yakni dengan cara melakukan asistensi terhadap pelaporan SPT Tahunan melalui e-filing. Pada pelaksanaan kali ini, Kanwil Dirjen Pajak Jawa Tengah I, telah menetapkan dan mengukuhkan 13 mahasiswa Prodi D3 Akuntansi PHB menjadi relawan pajak 2022.

“Dari 13 mahasiswa, 10 di antaranya kita tempatkan di KPP Pratama Tegal dan sisanya di KP2KP Bumiayu. Mereka akan bertugas selama tiga bulan, terhitung 7 Februari-30 April 2022,” jelas Asrofi.

Dikemukakan Asrofi, penetapan relawan pajak tahun 2022 sebelumnya telah melalui beberapa tahapan seleksi yang dilakukan sejak tanggal 3-23 Januari 2022.

Tahapan tersebut berupa pendaftaran calon relawan pajak, seleksi wawancara, pelatihan calon relawan dan diakhiri dengan tes tertulis untuk menentukan relawan pajak terpilih.

“Sebagai bentuk komitmen dan menjaga integritas, mereka telah melakukan penandatanganan Code of Conduct sebagai relawan pajak. Harapannya, dalam melakukan asistensi selalu berpegang teguh pada kode etik yang berlaku,” tegasnya.

Ditambahkan, para relawan pajak nantinya akan melakukan asistensi atau pendampingan kepada wajib pajak orang pribadi dalam pelaporan SPT Tahunan 1770 UMKM, SPT 1770 S dan SPT 1770 SS serta wajib pajak badan yang menggunakan ketentuan PP No. 23 Tahun 2018 melalui e-Filing atau e-Form.

“Sehingga wajib pajak dapat meningkatkan kepatuhan dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakannya, khususnya terkait pelaporan SPT Tahunan,” harapnya.

Sementara, Ketua Program Studi D3 Akuntansi PHB, Yeni Priatna Sari mengatakan, kegiatan Relawan Pajak ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan hardskill dan softskill mahasiswa.

Sebab, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang perpajakan. Melainkan pula bisa memperoleh manfaat dari berinteraksi dan berkomunikasi dengan wajib pajak dan mampu memberikan solusi atas permasalahan wajib pajak.

“Semoga program relawan pajak ini bisa bergulir setiap tahun, sehingga menjadi sarana pembelajaran mahasiswa di luar kampus,” kata Yeni. (T03-red)

BERITA LAINNYA