Take a fresh look at your lifestyle.

Kuliner Sate Blengong Khas Brebes Bikin Ketagihan Pemudik

BREBES, smpantura.com – Momentum mudik Lebaran kerap dimanfaatkan pemudik untuk mencicipi kuliner khas di daerah yang mereka singgahi. Hal itu juga terjadi di Kota Brebes, yang menjali jalur lintasan para pemudik yang akan kembali ke Jakarta atau wilayah perantauan lainnya. Salah satu kuliner khas Brebes yang diburu pemudik adalah Sate Blengong. Bahkan, tidak sedikit mengaku ketagihan kuliner yang satu ini.

Sate Blengong yang disantap dengan ketupat dan sayur ini, memang memiliki cita rasa berbeda. Apalagi satenya berasal dari daging Blengong yang merupakan hasil perkawinan silang antara bebek dengan mentok. Kuliner khas itu bisa dijumpai di Alun-alun Brebes atau di beberapa sudut Kota Brebes, seperti di Jalan Kyai Hasyim Asy’ari Kelurahan Pasarbatang.

Selama musim arus mudik dan balik, warung yang menyajikan menu Sate Blengong itu, selalu kebanjiran pembeli. Salah satunya warung Pak Kasturi Rajak, di Jalan Kyai Hasyim Asy’ari Kelurahan Pasarbatang. Tepatnya, di sebelah utara komplek Islamic Center Kota Brebes.

Bahkan, pada Jumat (6/5), terlihat pemudik rela antri untuk segera dilayani. Itu lantaran banyaknya pembeli yang menikmati sate Blengong dengan ketupat dan sayurnya. Tidak sedikit juga, pembeli yang mayoritas pemudik itu sengaja membungkus makanan khas tersebut sebagai oleh-oleh saat kembali ke kota.

Ela (40), pemudik asal Jakarta mengaku, setiap kali mudik pulang kampung ke Kota Tegal, dirinya bersama keluarganya menyempatkan untuk mampir ke Sate Blengong Pak Kasturi Rajak tersebut. Sebab, rasanya belum puas jika belum mencicipi sate yang memiliki tusuk berukuran besar dan panjang dua kali dibandingkan sate pada umumnya. “Saya suka karena Sate Blengong disajikan dengan ketupat dengan kuah santan yang kental dan dipadukan racikan sambal pedas. Satenya juga memiliki cita rasa lebih kenyal dan empuk. Apalagi tusukan satenya yang panjang menambah daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Anwar (34), pemilik Sate Blengong Pak Kasturi Rajak menuturkan, pada musim arus mudik dan balik Lebaran, warungnya banyak dikunjungi pemudik yang melintas. “Saat ini lebih ramai dibandingkan hari biasanya. Bahkan, biasanya hanya menyembelih 9 ekor Blengong, tapi saat ini mencapai 12 ekor. Alhamdulillah, tutupnya pun lebih cepat karena banyak pembeli,” ungkapnya.

Menurut dia, sebagai pedagang dirinya saat ini hanya kesulitan mencari Blengong sebagai bahan sate karena stok yang terbatas. Beruntung, untuk musim mudik dan balik Lebaran dirinya masih ada stok meski terbatas. “Untuk satu tusuk Sate Blengong ini saya jual Rp 8.000. Kalau untuk satu porsi ketupat dan sayurnya Rp. 7.000,” jelasnya. (T07_red)

BERITA LAINNYA