Take a fresh look at your lifestyle.

Kedelai Naik, Harga Tempe di Brebes Tembus Rp 12.000/ Kg

BREBES, smpantura.com – Naiknya harga kedelai sebagai bahan pokok, memicu harga tempe ikut merangkak naik. Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Brebes, harga tempe sudah menembus Rp 12.000/ kg.

Sejumlah perajin dan pedangan tempe mengaku, tak bisa menghindari kenaikan harga tempe, karena harga bahan baku utamanya naik. Mereka terpaksa menaikan harga tempe ini, agar tetap bisa berproduksi.

Mundiroh (60), perajin sekaligus pedagang tempe asal Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes menuturkan, harga kedelai itu sudah naik sejak dua minggu lalu. Yakni, dari harga semula Rp 10.500/ kg menjadi Rp 11.200/ kg. Meski kenaikan harga kedelai itu 700 / kg-nya, tetapi jelas mempengaruhi ongkos produksi perajin. Sehingga, mereka dengan sangat terpaksa menaikkan juga harga tempe produksinya.

“Sejak harga kedelai naik dua minggu terakhir. Saya tetap produksi, meski pun harga kedelai mahal yang penting stok ada. Pilihannya, saya terpaksa menaikkan harga jual tempe, yang semula Rp 10.000/ kg menjadi Rp 12.000/ kg,” tuturnya.

Hal senada diutarakan Roisah (40), perajin dan pedagang tempe di Pasar Belakang Kodim Brebes. Menurut dia, adanya aksi mogok massal produksi tempe dan tahun, tidak berpengaruh di Brebes. Dirinya bersama perajin lain memilih tetap berproduksi agar bisa memperoleh penghasilan. Jika berhenti produksi, keluarganya mau makan dengan apa. Padahal membuat dan menjual tempe menjadi satu-satunya sumber penghasilan. “Sekarang harga kedelai memang naik dari Rp 10.500/ kg menjadi Rp 11.200/ kg. Tapi, saya tetap pilih berproduksi, dan menjualnya ke pasar. Ini karena sebagai sumber penghasilan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Induk Dadang Karyawanto mengatakan, hasil pantauan dan koordinasi dengan semua pedagang tahu tempe yang berjualan di Pasar Kodim dan Pasar Induk Brebes, mereka tetap memilih berjualan. Tidak hanya perajin tempe, tetapi perajin tahun dan para pedagangnya juga tetap berjualan.

“Khusus di wilayah Brebes, kami menjamin tidak ada aksi mogok masal produksi. Karena, semua bisa memaklumi kalau harga kedelai dan tahu tempe naik tapi masih wajar dan tidak terlalu signifikan,” pungkasnya. (T07_red)

BERITA LAINNYA