Take a fresh look at your lifestyle.

Heru Ajak BRI Bersinergi Membangun Ekosistem Entrepreneurship

TEGAL, smpantura.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, R Heru Setyawan, mengajak jajaran BRI Cabang Tegal untuk bersinergi dalam mengembangkan wirausaha baru sebagai pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) atau UMKM.

Hal itu mengemuka dalam Business Gathering Ekosistem Desa, yang diselenggarakan BRI Cabang Tegal, di Cancer Hall Karlita Hotel, Kamis (13/1).

Menurut Heru, pengembangan ekosistem entrepreneurship di masyarakat lapis bawah yang dilakukan secara sinergis dan dipersiapkan dengan baik by desain, diyakini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan aktivitas usaha yang dilakukan masyarakat penganggur tentu dapat menekan angka pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan,” ujar Heru.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa BRI dapat membantu dalam layanan akses permodalan, membantu peningkatan kapasitas perajin dalam manajemen keuangan dan penumbuhan klaster usaha sesuai dengan potensi masing-masing wilayah kelurahan.

Selain itu, Heru juga memaparkan industri prioritas yang dikembangkan di Kota Tegal sesuai dengan dokumen Rencana Pembangunan Industri Kota Tegal 2021-2041.

Adapun fokus pembangunan industri kecil menengah agar semakin kreatif dan berdaya saing menjadi pilihan kebijakan karena Kota Tegal dihadapkan pada keterbatasan lahan untuk pengembangan industri padat karya.

Potensi industri kecil menengah secara kewilayahan bisa didorong lebih maju oleh BRI dengan pengembangan klasterisasi usaha.

“Mari turun bersama untuk melakukan identifikasi potensi, profiling dan mengembangkan klaster industri, agar target membangun ekosistem entrepeneurship benar-benar dapat direalisasikan,” tantang Heru, yang direspon antusias oleh peserta gathering.

Sementara itu, dikemukakan Pemimpin BRI Cabang Tegal, Tasurun, gathering tersebut digelar untuk meningkatkan kinerja teamwork BRI untuk capaian target 2022.

Melalui momentum itu, pihaknya menyatakan siap untuk bersinergi dengan semua stakeholder terkait. Dirinya pun berharap, para kepala unit dan mantri BRI dapat lebih memahami peta wilayah kerja setelah mengikuti paparan dari para narasumber.

“Seluruh karyawan BRI memiliki tugas untuk menyampaikan literasi keuangan digital, agar QRIS menjadi satu-satunya alat pembayaran cashless,” ujar Tasurun mengingatkan. (T03-red)

BERITA LAINNYA