Take a fresh look at your lifestyle.

Bidan Desa Curhat ke Dewi Aryani Soal TPP

135

SURADADI – Sejumlah Bidan Desa di Kabupaten Tegal mengeluhkan tentang dihapusnya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Padahal, daerah lainnya TPP untuk Bidan Desa tidak dihapus. Mereka berharap agar TPP bisa dikembalikan.

Hal itu terungkap saat Sosialisasi UU No. 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan yang digelar Anggota komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr Dewi Aryani MSi di Rumah Aspirasi Dewi Aryani di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Senin (22/2). Ia menuturkan, selain keluhan penghapusan TPP, Bidan Desa juga mengeluhkan pengajuan pendidikan yang dibatasi oleh instansi terkait, fasilitas untuk Bidan Desa tidak ada seperti motor, ipad dan lainnya.

“MU (mid wifery update) dan APN ( asuhan persalinan normal) harus dibayar mahal sedangkan instansi butuh untuk memperpanjang STR, kami berharap bisa di fasilitasi oleh pemerintah,” kata Dewi Aryani yang menyampaikan keluhan pada Bidan Desa itu.

DeAr panggilan akrab Dewi Aryani menegaskan kembali soal hak dan kewajiban para bidan sesuai UU terbaru tersebut. Yang berkaitan dengan kewajiban profesi Dewi Aryani menekankan agar para bidan benar- benar melaksanakan tugasnya sepenuh hati dan memahami kewajibannya diantaranya adalah memberikan pelayanan sesuai kompetensi, kewenangan, mematuhi kode etik standar profesi, standar pelayanan profesi hingga standar operasional.

“Para bidan juga diharapkan selalu menggali perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kebidanan. Mempertahankan dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilannya melalui pendidikan dan berbagai pelatihan yang di perlukan, ” tandas Dewi Aryani.

Selain itu Dewi juga mendorong pemerintah pusat hingga daerah untuk dapat bekerjasama dengan lembaga pendidikan terkait agar pendidikan kebidanan tidak hanya terfokus pada pendidikan vokasi saja yang menyebabkan pengembangan profesi bidan menjadi lambat. Dalam hal praktek kebidanan jangan sampai ada lagi ketidaksesuaian antara kewenangan dan kompetensi yang dimiliki oleh bidan.

Bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan harus di siapkan kemampuannya untuk mengatasi berbagai perkembangan permasalahan kesehatan dalam masyarakat. Karenanya menjadi hak para bidan juga untuk terus dibekali berbagai pengetahuan dan praktik sesuai dengan perkembangan keilmuan hingga peralatan kesehatan yang ada.

Pada kesempatan ini Dewi Aryani jg memberikan bingkisan paket sembako yang berisi beras, minyak, gula, sarden, teh, kopi, madu, mie kering, sabun cair, jilbab dan lipstik untuk para bidan peserta sosialisasi.

BERITA LAINNYA