Take a fresh look at your lifestyle.

Berulangkali Usulkan Anggaran Perbaikan Kolam Renang Selalu Dicoret

134

BREBES – Anggaran perbaikan bagi kolam renan Tirta Kencana di Kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa Kabupaten Brebes, ternyata sudah diusulkan berulangkali oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Namun usulan itu selalu dicoret, sehingga perbaikan kolam renang milik Pemkab Brebes tak kunjung terealisasi sampai saat ini.

Hal itu menyusul kondisi kolam renang yang menjadi pusat latihan atlet di Kota Bawang memprihatinkan dan sudah tidak layak. “Sudah dari tahun ke tahub anggaran perbaikan ini kami usulkan, tetapi selalu dicoret,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Brebes, Diding Setiadi, Kamis (5/9) di kantornya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi kolam renang Tirta Kencana milik Pemkab Brebes kini sangat memprihatinkan. Kolam renang yang dijadikan pusat latihan atlet itu, keadaannya sudah tidak layak dan tak memenuhi standar bagi olahraga prestasi. Selain sejumlah bangunannya rusak parah, air di kolam renang juga tak layak dipakai karena berwarna hijau. Kondisi tersebut dikeluhkan para atlet yang berlatih. Bahkan, mereka kini enggan berlatih di kolam renang itu, karena setelah latihan kulit mengalami gatal-gatal.

Diding mengakui, kolam renang yang masuk dalam kewenangan diinstansinya itu kondisinya memang memprihantinkan. Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan, termasuk lantai kolam renang, tribun, tolilet, mesin pembersih air dan sistem buangan air. “Semua itu kondisinya memamg rusak dan butuh perbaikan. Bahkan, mesin pompa untuk sumber air sekarang juga sudah tidak berfungsi. Ini membuat petugas kesulitan saat untuk mengganti air kolam,” ungkapnya.

Terakhir kali, kata dia, pihaknya mengusulkan anggaran perbaikan sebesar Rp 1 miliar. Anggaran sebesar itu diperlukan untuk perbaikan seluruh komponen di kolam renang yang rusak. Termasuk, perbaikan lantai kolam renang, tribun, mesin pompa air hingga fasilitas toilet. Namun usulan itu hingga sekarang tidak direalisasikan. Disisi lain, instansinya juga tidak mendapatkan alokasi anggaran bagi perawatan kolam renang. Pendapatan yang dihasilkan dari kolam renang seluruhnya masuk ke kas daerah. “Untuk perawatan, kami tidak ada anggarannya. Semua pendapatan yang masuk disetorkan ke kas daerah. Untuk itu, kami akan mengusulkan agar ada anggaran perawatan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sangat setuju jika kolam renang tersebut diperbaiki. Selain sebagai sarana latihan atlet berpestasi, keberadaanya juga sebagai salah satu obyek wisata yang dapat menyumbang pendapatan asli daerah. Bahkan, dengan kondisi seperti saat ini pendapatan asli daerah yang ditargerkan untuk kolam renang senilai Rp 250 juta per tahun selalu terpenuhi. Di samping itu, sebagai fasilitas publik sudah semestinya dalam kondisi yang baik dan prima. Sehingga jumlah pengunjung yang datan semakin meningkat, dan secara otomatis pendapatan asli daerah juga bertambah. “Kalau akan diperbaiki, kami sangat setuju karena sangat berpotensi untuk menghasilkan pendapatan daerah,” tandasnya.

Ditanya soal rencana kerjasama pihak ketiga untuk pengelolaan, Diding mengatakan, hingga kini belum ada rencana ke arah tersebut. Namun ketika Bupati memghendaki, kemungkinan itu bisa dilakukan.”Untuk sekarang tidak ada rencana pengelolaan dengan kerjasama pihak ketiga,” pungkasnya.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA