Take a fresh look at your lifestyle.

Berubah status, SMPN 3 Satu Atap Warureja Dinyatakan Terverifikasi

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal H Akhmad Wasari menyerahkan SK Perubahan Nama SMPN 3 Warureja kepada Kepala SMPN 3 Warureja, Sujarwo, di halaman sekolah setempat, Kamis (28/1).

240

WARUREJA – SMP Negeri 3 Satu Atap Warureja, Kabupaten Tegal yang Satu Atap dengan SDN Banjaragung 01, kini sudah berdiri sendiri. Sekolah yang berlokasi di Desa Banjaragung, Kecamatan Warureja itu, mandiri menjadi SMP Negeri 3 Warureja. Untuk status Satu Atap nya sudah dihilangkan.

“Perubahan status dan nama ini sudah melalui verifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal dan instansi terkait. Mulai dari sarprasnya, manajemen hingga administrasinya. Sekolah ini dinyatakan lolos,” kata Kepala SMPN 3 Warureja, Sujarwo, saat penyerahan Surat Keputusan (SK) tentang perubahan nama sekolah tersebut, Kamis (28/1). SK diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal, H Akhmad Wasari kepada Kepala SMPN 3 Warureja, di halaman sekolah setempat. Penyerahan SK dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Warureja, jajaran Dinas Dikbud, Kepala Desa Banjaragung, dan sejumlah kepala sekolah serta orang tua siswa.

Sujarwo menjelaskan, SMPN 3 Satu Atap Warureja didirikan pada 21 Juli 2009. Sekolah tersebut Satu Atap dengan SDN Banjaragung 01. Tidak hanya tempatnya, tapi juga tenaga pendidik dan kepala sekolahnya juga menjadi satu. Namun, setelah melalui proses yang cukup panjang, SMPN 3 Satu Atap Warureja berubah status menjadi SMPN 3 Warureja. Perubahan status itu dibuktikan dengan keluarnya SK dari Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Nomor 420/04/05865/2021.

“SK keluar pada tanggal 19 Januari 2021. Hari ini, penyerahannya,” kata Jarwo, sapaan akrab Kepala SMPN 3 Warureja yang menjabat di sekolah tersebut sejak 13 bulan silam.

Menurut Jarwo, SMPN 3 Warureja mengalami peningkatan prestasi yang sangat tajam meski baru berdiri selama hampir 12 tahun. Mulai dari jumlah siswanya yang sekarang meningkat menjadi 448 anak hingga sarana dan prasarana yang hampir lengkap di sekolah tersebut. Saat ini, sekolah yang memiliki jumlah guru dan karyawan sebanyak 31 orang itu sudah difasilitasi ruang laboratorium IPA, Perpustakaan, Mushala, lapangan yang luas, ruang guru, dan ruang kepala sekolah. Sedangkan ruang kelasnya, Jarwo mengaku masih kurang. Sebab, ketika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 lalu, pihaknya terpaksa menolak 88 siswa karena tidak memiliki ruang kelas.

“Saat ini ruang kelasnya cuma 14 rombel. Kami masih butuh 5 kelas lagi,” ujarnya.

Dia berharap, Pemkab Tegal melalui Dinas Dikbud dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sekolahnya. Sehingga, pihaknya bisa menampung peserta didik di wilayah tersebut. Sejauh ini, peserta didiknya tidak hanya dari wilayah Kecamatan Warureja. Tapi juga dari Kabupaten Pemalang yang jaraknya tidak jauh dari lokasi sekolah.

“Walaupun sekolah kami berada di ujung timur (Kabupaten Tegal), tapi kami bersama dewan guru dan komite tetap semangat untuk meningkatkan prestasi. Baik akademik maupun non akademik. Saya yakin, sekolah ini akan berkembang pesat,” kata Jarwo semangat.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal H Akhmad Wasari mengaku akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan RKB di SMPN 3 Warureja. Namun demikian, anggaran reguler dari APBD II Kabupaten Tegal, tidak bisa diandalkan. Sebab, APBD sedang diprioritaskan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19. Untuk itu, Wasari menyarankan agar pihak sekolah dapat mengusulkan anggaran melalui Munrenbangdes atau pokok pikiran anggota DPRD yang mewakili di daerah pemilihan (Dapil) Warureja. Selain itu, pihak sekolah juga dapat mengusulkan bantuan anggaran ke pemerintah pusat maupun provinsi.

“Yang penting jangan mengandalkan dinas (APBD), tapi dinas tetap akan berupaya. Nanti kita bantu untuk mencari anggaran di pusat atau provinsi,” tutupnya

BERITA LAINNYA