Take a fresh look at your lifestyle.

Wow, 1.865 Penerima PKH di Brebes Pilih Mundur Disaat Pendemi Covid-19

227

BREBES – Sebanyak 1.855 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Brebes justru memilih mengundurkan diri dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH), di tengah pendemi virus korona (Covid-19). Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH ini, mundur atas kesadarannya sendiri, karena secara ekonomi telah mampu.

Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Brebes, Fatah El Zaman mengungkapkan, sesuai hasil verifikasi data tahap tiga per 6 Mei lalu, diketahui ada sebanyak 7.713 KPM yang sudah tidak memenuhi syarat menjadi penerima PKH atau non aligable. Dari jumlah itu, sebanyak 404 KPM tidak memenuhi syarat karena datanya ganda. Kemudian, sebanyak 3.233 KPM sudah tidak memenuhi komponen bantuan, sebanyak 213 KPM pindah alamat dan 3.808 KPM sudah mampu secara ekonomi. “Nah dari 3.808 KPM yang mampu ekonomi ini, 1.865 KPM di antaranya secara kesadaran sendiri menyatakan mundur. Jumlah ini termasuk 5 KPM di Desa Ciputih, Kecamatan Salem, yang sempat viral di medsos karena memiliki rumah mewah,” terangnya, Senin (11/5).

Menurut dia, dalam menyikapi dampak Covid-19, proses pencairan PKH kini dipercepat. Yakni, yang semula proses pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali, saat ini dilaksanakan setiap bulan sekali. Itu dilakukan dengan tujuan dapat membantu meringankan beban KPM yang juga terdampak Covid-19. “Jadi, pencairannya kami lakukan setiap bulan, dari yang semula tiga bulan sekali. Ini sudah dilaksanakan pada April lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam proses verifikasi data penerima, pendamping tidak mempunyai kewenangan untuk mencoret nama penerima. Seorang KPM yang sudah mampu secara ekonomi bisa dicoret dengan syarat ada surat keterangan mampu dari pihak desa/ kelurahan atau pihak KPM secara sadar mengundurkan diri. Untuk itu, pendamping hanya bisa melakukan pendekatan sosial kepada para KPM yang sudah mampu, agar mengundurkan diri. “Kami para petugas pendamping tidak bisa seenaknya mencoret KPM meski yang bersangkutan secara ekonomi mampu. Namun ada tahap dan syarat yang harus dipenuhi. Ini memang menjadi tugas berat pendamping agar KPM yang mampu mau secara sadar mundur,” pungkasnya.

(Setiawan-red2)

BERITA LAINNYA