Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Tolak Penutupan Jalan Padamurah

165

KRAMAT – Warga dua desa yakni Padaharja dan Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal menolak penutupan Jalan Dukuh Padamurah, Desa Padaharja yang terdapat perlintasan kereta api tanpa palang pintu atau lintasan sebidang. Penutupan jalan itu dinilai akan menyengsarakan masyarakat, karena jalan tersebut sangat vital bagi warga dua desa yang berada di jalur pantura tersebut.

Aksi protes warga itu dilakukan saat digelarnya Sosialisasi Rencana Penutupan Jalan Padamurah di Pendapa Kecamatan Kramat, Senin (17/2). Sosialisasi dihadiri Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hotma, Manager Humas Perkeretaapian Daop 4 Semarang Krisbiyantoro, Sekretaris Dishub Kabupaten Tegal Uwes Qoroni, Kabag Ops Polres Tegal AKP Aries, Pasi Intel Kodim 0712/ Tegal Kapten Inf Supardi, Camat Kramat Tri Guntoro dan warga Padaharja serta Munjungagung.

Sosialisasi diawali dengan dari Sekretaris Dishub Kabupaten Tegal Uwes Qoroni dilanjutkan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hotma, dan Manager Humas Perkeretaapian Daop 4 Semarang Krisbiyantoro. Saat sosialisasi yang disampaikan Krisbiyantoro, warga mulai bergejolak. Sejumlah warga menyampaikan keluhannya secara tidak beraturan. Bahkan, sejumlah warga tersulut emosi hingga harus ditenangkan oleh sejumlah aparat kepolisian.

“Walaupun secara aturan tidak dibenarkan, tapi kami warga tetap menolak Jalan Padamurah ditutup,” kata tokoh masyarakat Padaharja, Nawawi saat menyampaikan pendapatannya di acara sosialisasi tersebut.

Dikatakan, warga Desa Padaharja dan Munjungagung sejak puluhan tahun lalu sudah menggunakan akses jalan tersebut. Bagi mereka, jalan itu adalah nyawa, nafas, dan jiwa. Jika jalan itu mau ditutup, maka warga akan akses jalan untuk aktivitas sehari-hari.

“Kami kesini bukan untuk menghadiri sosialisasi, tapi hadir untuk menolak penutupan jalan,” tegasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA