Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Sumbarang Datangi Bupati, Minta Kades Dipertahankan

204

SLAWI – Puluhan warga Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal mendatangi Bupati Tegal, Senin (8/6). Mereka menyerahkan surat pernyataan sikap untuk mempertahankan Kepala Desa Sumbarang, Jamaludin hingga akhir masa jabatannya. Kades tersebut diduga melakukan tindakan asusila.

Kedatangan para warga yang terdiri dari perwakilan BPD, LPMD, PKK, Paguyuban RT dan tokoh masyarakat. Mereka didampingi Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tegal. Surat pernyataan itu diterima Bagian Tata Usaha Setda Tegal.

Kasus dugaan asusila yang dilakukan kades itu, mencuat saat keluarga korban yang didampingi sejumlah warga mendatangi BPD Sumbarang pada Maret 2020 lalu. BPD telah melakukan rapat internal terkait laporan tersebut, namun sebelum dilakukan klarifikasi, sejumlah warga menggeruduk balai desa. Kasus itu juga telah ditangani Inspektorat Kabupaten Tegal dan telah dilayangkan ke BPD Sumbarang.

“Kami tetap mempertahankan Kades sampai masa jabatan berakhir. Jika dipecat, kita tetap menolak. Bahkan, kita akan mengerahkan massa,” kata Perwakilan LPMD Sumbarang, Nurkholis di sela-sela penyerahan surat pernyataan warga tersebut.

Hal senada diungkapkan Sekretaris PKK Sumbarang, Mutamimah. Ia menegaskan, kasus dugaan asusila yang dilakukan Jamaludin dinilai hanya dibesar-besarkan. Oleh karena itu, pihaknya meminta jabatan kades saat ini bisa dilanjutkan hingga akhir masa jabatan. “Pembangunan di desa bagus. RTLH, jambanisasi, jalan dan talud pertanian dikerjakan dengan baik,” ujarnya.

Ketua Paguyuan RT se-Desa Sumbarang, Tajuri mengungkapkan, jabatan kades di Sumbarang selama 4 periode tidak pernah selesai hingga akhir masa jabatan. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar jabatan kades kali ini bisa selesai hingga akhir masa jabatan.

“Kami pertahankan karna kades bagus dalam pembangunan infrastruktur. Kegiatan apa saja bagus, dan paguyuban RT juga jadi aktif. Dari dulu gak ada paguyuban RT, dan saat kerja bakti kades selalu hadir,” bebernya.

Ketua Karang Taruna Sumbarang, Ahmad Mudhofar menegaskan, jika Kades Jamaludin diturunkan, maka warga akan menggelar demo besar-besaran untuk menolak pemberhentian kades.

“Kami tidak rela jika kades diberhentikan,” tegasnya.

Ia meminta agar kades bisa memperbaiki diri dengan memberikan sanksi surat peringatan. Pihaknya berharap agar desanya tidak lagi dipimpin Pejabat Sementara (PJs) karena kewenangannya terbatas.

“Kami tidak ingin dipimpin PJs, karena sudah sering berhenti di tengah jalan. Pjs kebijakanya tidak maksimal,” ujarnya.

Tokoh Msyarakat Sumbarang, Usmani (46) menilai kasus itu sarat akan unsur politik. Diakui, dari dulu ada kelompok yang kerap membuat kericuhan di desa. Hal itu yang membuat desa tidak kondusif. “Yang jelas ini ada provoktornya,” tegasnya.

Ketua BPD Sumbarang, Syarifah Fadlun didampingi wakilnya, Nelussofa dan sekretarisnya, Miftah Khaerudin mengungkapkan, hasil investigasi Inspektorat telah diserahkan ke Bupati yang dilanjutkan dengan dikeluarkannya surat ke BPD untuk pengambilan sikap dugaan asusila tersebut. BPD telah menindaklanjuti surat Bupati itu dengan keputusan bahwa Kades Sumbarang tetap dipertahankan. Hal itu mengingat kinerja Kades baik yang dibuktikan dengan berbagai prestasi. Seperti halnya, Desa Sumbarang menjadi pilot projek ODF dari Pemprov Jateng, Jumat bersih atau kerja bakti setiap RT RW, PBB lunas sebelum jatuh tempo sudah lunas, infrastruktur bagus, dan sukses acara saat Hari Kemerdekaan RI.

“Kita menilainya untuk kemaslahatan umat. Terkait dugaan itu, nanti yang bicara hukum. Kami menduga masalah itu ditumpangi politik pascapilkades,” ujarnya.

Ditambahkan, BPD telah mengirimkan surat ke Bupati melalui Camat Jatinegara terkait dengan tindaklanjut surat Bupati sebelumnya. Dalam surat itu, BPD pengusulan sanksi peringatan dan/ atau teguran secara tertulis kepada Kades Sumbarang. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA