Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Mulai Borong Sembako

194

* Jelang Local Lockdown di Tegal
* Terimbas Isu di Medsos, Soal Penutupan Jalan

TEGAL – Banyak warga Tegal dan sekitar kini mulai memborong aneka sembilan bahan pokok (Sembako) di sejumlah toko grosir, toko kelontong, toserba maupun mal, sejak pagi hingga petang, Jumat (27/3).

Meski belum terlihat begitu ramai, kondisi itu mirip seperti pasar prepegan (istilah belanja di hari terakhir bulan Ramadan atau menjelang Lebaran-red).

Situasi tersebut terlihat jelas di sejumlah toko grosir dan toko kelontong yang menjual barang dengan harga sedikit lebih murah, dibanding toko kelontong kecil di kampung-kampung.

”Saya sih awalnya hanya belanja seperti biasa. Tapi kok tokonya tambah ramai. Saya tanya ke teman yang juga berbelanja, katanya mumpung masih ada kesempatan belanja. Karena sebentar lagi jalan ditutup. Nanti susah beli ini dan itu, untuk kebutuhan sehari-hari,” terang Hendro (35) warga Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Dia saat itu mengantar istri, berbelanja di sebuah toko grosir di dekat Pasar Sore. Menurut dia, meski banyak warga terlihat memborong aneka kebutuhan pokok sehari-hari, tapi harga-harganya masih normal.

Beberapa warga lainnya mengatakan, kesempatan berbelanja kebutuhan pokok dilakukan sebelum diberlakukan local lockdown di Kota Tegal, pada Senin (30/3).

Menurut mereka, jika pemberlakuan itu diterapkan dengan menutup akses jalan masuk dan keluar kotanya, maka warga juga mengalami kesulitan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Isu Medsos

Apalagi kini sudah beredar peta sejumlah akses jalan yang akan ditutup di media sosial (Medsos) seperti di aplikasi WhatsApp (WA).

Juga video kegiatan aparat Dishub saat mengukur lebar jalan yang akan ditutup menggunakan balok beton. Baik untuk akses masuk ke dalam maupun ke luar kota.

Imbas isu medsos, juga dikuatkan dengan dimulainya pemasangan barikade, tidak hanya akses masuk ke alun-alun. Tapi di sejumlah ruas jalan. Meski pemasangan barikadenya hanya separo ruas jalan.

Sementara itu, Kepala Dishub Herviyanto mengatakan, penutupan 50 akses jalan memang baru dikoordinasikan dengan Sat Lantas Polres Tegal Kota, juga Tim Lalu Lintas Terpadu serta instansi terkait.

”Tapi ini justru yang banyak belanja ya yang punya duit. Terutama dari kalangan menengah. Kalau warga berpenghasilan kecil ya, biasa-biasa saja. Belanja masih secukupnya. Hanya untuk kebutuhan hari ini dan esok. Tidak untuk kebutuhan selama satu bulan,” terang pemerhati masalah sosial dan hukum, Dr Eddhie Praptono SH MH.

Menurut dia, jika kelak diterapkan locak lockdown dan ditindaklanjuti dengan penutupan akses jalan masuk dan keluar Kota Tegal (Tidak termasuk di jalur pantura dan jalur tengah menuju ke Slawi-red), perlu dipikirkan berkait kemudahan mendapatkan sembako dan kebutuhan lainnya.

Kebijakan Wali Kota Tegal dinilainya merupakan pilihan sulit. Tapi situasinya harus ada pilihan yang tegas dan jelas, semua dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19.

Hal-hal lain yang perhatikan adalah, akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran. Karena bila melihat peta proyeksi rencana penutupan jalan yang beredar di medsos, mobil unit damkar juga akan mengalami kesulitan bila akan menuju lokasi kebakaran.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA