Take a fresh look at your lifestyle.

Wali Kota Tegal Zig Zag Dengan Mobil Listrik

173

* Buatan Mahasiswa Teknik Mesin PHB Tegal
* Ikut Kompetisi Tingkat Nasional di Bandung

TEGAL – Aksi memukau ditunjukkan Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono saat menjajal ketangguhan mobil listrik buatan mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) Tegal.

Wali Kota yang punya hobi dan pengalaman mengemudikan mobil sport, truk dan bus, tak canggung ketika meliuk-liuk dan melaju zig zag dengan mobil listrik HABE EV 2, di halaman tengah perguruan tinggi vokasi tersebut.

”Ini di pengereman dan rangka belakang perlu disempurnakan. Karena untuk ngepot atau zig zag harus hati-hati, ha…ha…ha…,” ucap Wali Kota sambil tertawa, mengritik dan memberi masukan ke mahasiswa dan Kaprodi D3 Teknik Mesin Drs Agus Suprihadi MT.

Aksi Wali Kota Tegal itu dilakukan di tengah-tengah ajang Pameran dan Job Fair yang digelar Disnakerin Kota Tegal di kampus tersebut, pekan lalu.

Mendengar kritik wali kota, baik Kaprodi D3 Teknik Mesin dan Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Khafdillah MS SKom SH MH, banyak berucap terimakasih. Bahkan, Wali Kota pun ”dipaksa” untuk menjajal mobil listrik generasi berikutnya, yakni HABE Ev 3 yang juga dibuat mahasiswa prodi tersebut.

”Mobil ini (HABE EV 2), sebenarnya sudah bagus. Lajunya juga baik. Saat menikung juga cukup setabil. Tadi saya saking senangnya, bangganya dengan karya mahasiswa jadi penginnya ngebut khayak kendarai mobil sport buatan pabrik. Mobil ini bagus, dan harus terus dikembangkan biar lebih baik lagi,” tandas Wali Kota.

Dua Mobil

Kaprodi D3 Teknik Mesin Drs Agus Suprihadi MT mengatakan, setelah mahasiswanya membuat mobil listrik alias molis HABE EV 1, tahun 2017 lalu, pihaknya terus melakukan pengembangan.

Hasilnya lahir dua molis, sebagai pengembangan dari mobil tersebut.
Nama HABE, kata dia, berarti Harapan Bersama yang juga nama perguruan tinggi vokasi tersebut. Sedangkan pencantuman EV artinya adalah Evolusi.

”Jadi ini ada Evolusi (EV) 1. Kemudian lahir EV 2 dan EV 3. Dari beberapa spesifikasinya ada banyak perubahan. Baik dimensi, torsi, model, sistem pengereman, kemampuan baterai dan ketangguhannya jelas berbeda di tiap serinya,” ucap dia.

Perlu diketahui, untuk HABE EV 1, sudah pernah dijajal dalam unjuk ketangguhan dan kekuatan di ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) IX tingkat nasional, yang digelar di Politeknik Negeri Bandung, pada pekan terakhir November 2017.

Molis buatan mahasiswanya, kata dia, selama tampil di kompetisi tahunan itu, selalu mencuri perhatian juri dan tim dari perguruan tinggi lainnya. Karena dari lima kali penampilan sebelumnya di ajang tersebut, tiga diantaranya tim perguruan tingginya mampu meraih prestasi membanggakan.

Tahun 2012 dan 2013 meraih penghargaan sebagai juara efisiensi energi atau mobil paling hemat energinya. Tahun berikutnya (2014), meraih juara di kategori pengereman atau deselerasi.

Lebih Baik

Agus Suprihadi mengungkapkan, di kompetisi tahunan tersebut, mobil buatan mahasiswanya jauh lebih baik dibanding seri mobil listrik yang diikutkan di tahun sebelumnya.

Menurut dia, tahun 2016, tim mahasiswa perguruan tingginya menghadirkan mobil listrik bernama HABE 2. Mobil itu dibuat dan dirancang selama tiga bulan, menghabiskan dana lebih dari Rp 20.000.000. Dimensi atau ukuran mobil tersebut, panjang 240 Cm, lebar 126 Cm dan berat 196 Kg.

Keunggulan mobil tersebut mampu menanjak hingga 45 derajat. Sedangkan untuk kecepatan, dari kecepatan maksimal 68 Km/jam, mobil ini dapat setabil dengan kecepatan 65 Km/Jam.

Sedangkan kecepatannya 68 Km/Jam dengan jarak tempuh lebih dari 10 Km atau tenaga listrik yang dihasilkan dari baterai 48 Volt selama empat jam. Ukuran roda yang digunakan dengan pelek berjeruji berdiameter 14 inch.

”Tim perguruan tinggi kami yang terdiri atas lima mahasiswa D3 Teknik Mesin, kemudian memodifikasi mobil HABE 2 menjadi lebih baik lagi. Karena itulah mobil ini oleh mahasiswa diberinama HABE Ev 1, yang artinya mobil yang telah mengalami evolusi lebih baik lagi,” ucap dia.

Mobil listrik HABE Ev 1 yang berdesain mirip Gocar, modifikasinya terlihat dari penggunakan sistem pengereman Double Piston ”Bremboo” double pedals, sistem suspensi type Horizontal dengan batang penekan (Pushrod) model F1. Sistem Media, Chamber Kit pada Caster roda.

Penyetel Kemudi

Sedangkan sistem penggerak menggunakan penggerak gardan (Diferential). Sistem kemudi langsung (Rock End), yang dilengkapi dengan penyetel kemudi.

Dengan sistem keamanan Roll Bar dan Sabuk Pengaman empat titik.Spesifikasi molis tersebut, Motor Penggerak adalah Kelly Electrical DLDC Motor 2.000 Watt.

Dengan dimensi 235 x 132 x 122 Cm. Chasis dengan pipa diameter 1,25 Inch. Menjadikan mobil tersebut lebih ringan dan dapat melaju lebih kencang dibanding seri mobil sebelumnya.

Itu terlihat dari uji coba kecepatan yang dilakukan. Jika mobil sebelumnya mampu melaju setabil dengan kecepatan 68 Km/Jam, kini lebih kencang dengan 75 Km/Jam, dengan tenaga baterai yang mampu bertahan delapan jam.

”Nah, mobil listrik yang telah diuji coba Wali Kota Tegal adalah HABE EV2 dan HABE EV3. Spesifikasinya jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Karena keduanya telah mengalami dua evolusi peningkatan kemampuan. Kami akan terus mengembangkan mobil listrik ini menjadi lebih baik lagi,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA