Take a fresh look at your lifestyle.

UPS Kukuhkan Siti Hartinah Jadi Guru Besar

225
PIDATO PENGUKUHAN : Prof Dr Siti Hartinah DS MM saat menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar dihadapan Sidang Senat Terbuka UPS Tegal, yang digelar di Auditorium Darjoen Senoatmodjo, Selasa (28/1).(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* LL Dikti Minta Produktif Tulis Karya Ilmiah

TEGAL – Senat Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, mengukuhkan Dr Siti Hartinah DS MM, menjadi Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Bimbingan dan Konseling, dan berhak menyandang gelar Profesor.

Pengukuhan dalam ”Sidang Senat Terbuka” digelar di Auditorium Darjoen Senoatmodjo, Selasa (28/1). Sidang dipimpin Dr Fajar Ari Sudewo SH MH, dihadiri seluruh anggota senat, civitas akademika dan tamu undangan.

PENGALUNGAN SELENDANG : Pimpinan Sidang Senat Terbuka UPS Tegal Dr Fajar Ari Sudewo SH MH, saat melakukan pengalungan selendang dalam prosesi pengukuhan Guru Besar UPS Tegal Prof Dr Siti Hartinah DS MM, Selasa (28/1).(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

”Ini pengukuhan gelar guru besar kedua yang dilakukan UPS Tegal,” terang Rektor UPS Tegal Dr Burhan Eko Purwanto MHum. Sebagai catatan, pengukuhan pertama dilakukan terhadap Prof Dr Tri Jaka Kartana MSi, tahun 2009.

Dr Siti Hartinah DS MM sebelum dikukuhkan, menyampaikan pidato pengukuhan itu, bertajuk ”Pembumian Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Menyambut Generasi Milenial Dilihat Dari Perspektif Penguatan Merdeka Belajar Peserta Didik”.

Judul pidato pengukuhan itu dinilai budayawan Atmo Tan Sidik yang hadir dalam seremonial sakral tersebut, sangat relevan dengan apa yang kini jadi program baru Mendikbud Nadiem Anwar Makarim tentang Kampus Merdeka.

Tapi Siti Hartinah lebih banyak menyorot kepemimpinan kepala sekolah. Hal itu dinilai pula cukup selaras dengan disertasi doktoral yang pernah diujikan di program doktoral Unnes Semarang, tahun 2010.

Perlu diketahui, disertasi yang diusung untuk meraih gelar doktor saat itu bertajuk, ”Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah SMK Negeri Kota dan Kabupaten Tegal”.

”Lebih hebat lagi dan sangat menyentuh, Dia (Siti Hartinah DS-red) yang berjuang sembilan tahun untuk meraih Guru Besar bergelar Profesor, tak lain berkat kekuatan doa orang tuanya, seorang ibu. Juga suami, saudara-saudara lainnya dan sahabat maupun koleganya,” ucap Atmo Tan Sidik.

Manager Sekolah

Dalam pidato berkait pengukuhannya, Siti Hartinah DS mengungkapkan, kepala sekolah full sebagai pemimpin dan manager sekolah.

Tidak lagi dibebani tugas mengajar. Hal itu bertujuan, agar kepala sekolah fokus menjalankan tugasnya dalam peningkatan mutu sekolah.

FOTO BERSAMA : Rektor UPS Tegal Dr Burhan Eko Purwanto MHum, Pimpinan Sidang Senat Terbuka Dr Fajar Ari Sudewo SH MH, Dekan FIKP Dr Purwo Susongko MPd, setelah menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan guru besar Prof Dr Siti Hartinah DS MM, berfoto bersama.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Kepala sekolah, kata dia, sepenuhnya memiliki beban kerja melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi terhadap guru dan tenaga kependidikan.

”Disamping itu, kepala sekolah memiliki tanggung jawab berat untuk mengembangkan sekolah dan peningkatan mutu sekolah berdasarkan delapan standar nasional pendidikan,” tandas dia.

Berkait dengan judul pidato pengukuhannya, Siti Hartinah berpendapat kepala sekolah memang harus memimpin dan memberdayakan secara kualitas dan kuantitas para pendidik serta tenaga kependidikan di sekolah. Itu dalam mencapai standar kompetensi sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Sementara itu, Kepala LL Dikti Jateng Prof Dwi Yuwono Puji Sugiharto MKons mengatakan, setelah dikukuhkan menjadi profesor, hendaknya tetap produktif menulis karya ilmiah di jurnal berskala internasional yang telah terverifikasi.

”Jangan menjadi profesor pohon pisang. Sekali berbuah, setelah itu mati. Tapi saya percaya Prof Dr Siti Hartinah DS MM, tidak seperti itu. Karena karya ilmiahnya telah banyak dimuat di jurnal ilmiah berskala internasional seperti dari Kanada,” ucap dia, yang disambut aplaus hangat senat universitas dan tamu undangan yang hadir.

Dia juga menyinggung banyak doktor yang menyandang lektor kepala, tapi belum juga meraih gelar guru besar atau profesor.

”Jadi profesor itu, kuncinya ya harus mengusulkan. Nanti lembaga pendidikan seperti PTN atau UPS yang mengusulkan. Kalau nda pernah mengusulkan ya tidak akan bisa meraih gelar profesor,” tandas dia.

Prosedurnya, semua usulan baik berupa berkas-berkasnya kini telah dilakukan secara online. Dosen cukup melakukannya dari meja kerjanya. Untuk prosesnya bila lancar, dia menargetkan hanya tiga bulan.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA