Take a fresh look at your lifestyle.

UKM Protes Pekerjaan Pembuatan Masker Distop

526

SLAWI – Puluhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Tegal yang diminta membuat masker untuk percepatan penanganan wabah Virus Korona (Covid-19), protes terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Pasalnya, pekerjaan pembuatan 1 juta masker distop. Padahal, setelah dilakukan pendataan terhadap UKM yang membuat masker, baru memproduksi sekitar 300 ribu masker.

Informasi di lapangan, pekerjaan pembuat 1 juta masker sesuai dengan grup whatsapp yang dibuat salah satu pegawai Dinkes sebanyak 34 UKM. Setiap UKM diberikan orderan antara 5 ribu dan 20 ribu masker yang dikerjakan dalam 10 hari untuk tahap pertama. Deadline tahap pertama pembuatan masker pada Kamis (23/4). Namun, ada sejumlah UKM yang sudah penyetorkan masker pada pekan sebelumnya.

Pada hari tersebut, puluhan UKM menyetorkan masker yang dipesan Dinkes. Namun, setelah disetorkan, UKM tidak langsung dibayar. Hingga Jumat (24/4), Dinkes belum menginformasikan tanggal pembayaran pemesanan masker dari UKM. Termasuk, UKM yang menyetorkan masker pada pekan lalu. Bahkan, sekitar delapan UKM dipanggil kembali oleh Dinkes untuk pengembalian masker karena kuota 1 juta masker sudah terpenuhi.

“Estimasi kasar dari pesanan Dinkes yang dikerjakan 34 UKM baru terpenuhi sekitar 200.000-250.000 masker atau masih di bawah 30 persen dari 1 juta masker,” kata salah satu UKM yang mendapatkan pesanan masker yang tidak mau menyebutkan namanya.

Namun, kata sumber itu, tiba-tiba Dinkes menghentikan pekerjaan pembuatan masker dari UKM. Alasannya, bahwa target 1 juta masker sudah terpenuhi. Bahkan, produk delapan UKM dikembalikan sebagian karena kuota 1 juta masker sudah tercapai.

“Yang kami tanyakan dari mana sisanya dipenuhi. Padahal, dari UKM baru terpenuhi sekitar 30 persen,” ujarnya.

Pihak UKM meminta agar pekerjaan tidak dihentikan, karena UKM sudah belanja bahan banyak untuk memenuhi kebutuhan 1 juta masker. Jika pekerjaan dihentikan, maka sisa bahan yang telah dibeli akan jadi kerugian besar di tengah situasi kesulitan ekonomi dalam wabah Virus Korona.

Penyataan itu dibenarkan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni yang sejak awal telah memperingatkan Dinkes untuk menyerahkan pembuatan masker ke Dinas UKM. Politisi Golkar itu menegaskan, jika mendengarkan keluhan dari para UKM yang membuat masker, diduga ada pengusaha di luar UKM yang menyuplai masker dengan jumlah besar. Kondisi itu membuat kesempatan UKM untuk bertahan di situasi seperti ini tidak bisa tercapai.

“Kami berharap segera dibayarkan, dan pekerjaan pembuatan masker di UKM dilanjutkan,” pintanya.

Ditambahkan, jika 1 juta masker sudah dipenuhi, maka Dinkes diminta segera membagikan ke masyarakat. Kendati dinilai sudah terlambat, namun harus segera dibagikan mulai hari ini untuk meminilalisir pennyebaran Korona.

“Kalau benar 1 juta masker ini sudah benar-benar terpenuhi, maka segera mulai hari ini juga dibagikan,” tegasnya.

Kepala Seksi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Kabupaten Tegal, Totok Sugiarto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Kegiatan Pencegahan dan/ atau Penanganan Covid-19 Dinkes Kabupaten Tegal, saat dihubungi tidak ada jawaban. Kendati nomor yang digunakan menunjukan tanda ponsel aktif, namun tidak direspon. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA