Take a fresh look at your lifestyle.

Tugas Wartawan Setiap Hari Berisiko dengan Hukum

202
  • Pelatihan Jurnalistik Kasek SD di Bulakamba

BREBES – Setiap wartawan dalam melaksanakan tugasnya dituntut menyanjikan fakta dan mampu mempertanggung jawabkan atas berita yang ditulisnya. Selain agar berita yang disajikan bukan sebagai berita bohong atau hoaks, itu juga agar berita yang dibuatnya tidak melanggar hukum. Menginggat, setiap hari dalam menjalankan tugasnya seorang wartawan berisiko dengan hukum.

Hal itu diungkapkan Wartawan Senior Suara Merdeka, Nuryanto Aji saat memberikan materi Pelatihan Jurnalistik Harian Suara Merdeka kepada ratusan Kepala Sekolah (Kasek) di Kecamatan, Bulakamba, Wanasari, Jatibarang dan Tanjung Kabupaten Brebes, Selasa (8/10) di Aula Kecamatan Bulakamba, Brebes. “Menjadi wartawan ini paling berisiko terkena hukum. Sebab, setiap hari dalam bertugas selalu bergelut dengan hukum. Artinya, setiap membuat berita yang akan disampaikan harus bisa dipertanggungjawabkan, dengan data serta fakta yang benar. Jika seorang wartawan salah memberitakab atau datanya tidak falid, bisa-bisa berakhir di balik jeruji besi,” ungkap Nuryanto Aji.

Dalam pelatihan jurnalistik bagi kasek SD di hari kedua itu, diikuti sekitar 200 peserta. Selain menyampaikan risiko menjadi wartawan, Nuryanto Aji juga menjelaskan bagaimana cara menulis berita yang baik dan benar. “Penulisan berita ini harus runut dan jelas pada pengambarannya. Ya seperti kita memberikan gambaran sebuah alamat kepada orang yang tersesat di jalan. Melalui penjelas yang mudah dimengerti, orang yang tersesat ini bisa sampai pada alamat yang dituju,” sambung dia.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan atas kerjasama antara Harian Suara Merdeka dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga itu, juga diisi kegiatan penggalangan dana oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Kota Tegal. ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang telah tersebar di 19 negara, salah satunya di Indonesia. Pengalangan dana yang dilakuka nantinya akan diperuntukan bagi bantuan terhadap berbagai kejadian kemanusiaan, seperti bencana alam dan konflik kemanusiaan.

Sementara Korwilcam Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Suwatno mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Harian Suara Merdeka sangat positif dan sejalan dengan program di tingkat sekolah dasar. Yakni, untuk meningkatkan literasi dilingkungan sekolah. Untuk itu, pihaknya berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan tersebut sebagaik mungkin. Di sisi lain, melalui pelatihan jurnalistik para kasek juga akan menambah wawasan. “Saya berharap, kegiatan ini bisa diikuti secara maksimal,” katanya.

Koordinator Bisnis Wilayah Suara Merdeka Tegal, Wawan Hudiyanto mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Bulakamba merupakan hari kedua dari rangkaian pelatihan jurnalistik bagi kasek SD dan SMP yang aka dilaksanakannya. Di hari pertama sekaligus pembukaan, telah dilaksanakan di Aula SMP Negeri 2 Brebes, dengan peserta yang membludak. Tidak kalah di hari sebelumnya, pada pelatihan jurnalistik kali ini, pesertanya juga luar biasa. “Kami dalam pelatihan junalistik ini, akan melakukn road show di lima titik. Yakni, Brebes, Bulakamba, Kersana dan dua titik di Bumiayu,” jelasnya.

Dia menambahkan, muara dari pelatihan jurnalistik itu nantinya diharapkan para kasek bisa mengerti dan memahami dunia jurnalistik. Di samping itu, diharapkan bisa mendorong peningkatan budaya menulis. Apalagi, kedepan Suara Merdeka Suara Pantura akan memfasilitasi para guru yang ingin tulisan artikel populer bisa muncul di media masa. Hal itu sebagai salag satu mendapatkan sertifiksi.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA