Take a fresh look at your lifestyle.

Tolak Penggunaan Plastik Sekali Pakai

180

PEMALANG – Relawan Peduli Kemanusian (RPK) Jawa Tengah bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya membangun kesepakatan untuk menolak penggunaan plastik sekali pakai. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan spanduk di taman Patih Sampun saat acara Semarak Gebyar HUT ke-74 Republik Indonesia.

Penjabat Sekda Ni Wayan Asrini mengatakan Pemerintah Kabupaten Pemalang menyampaikan penghargaan yang tinggi atas penandatanganan kesepakatan bersama penolakan plastik sekali pakai.

“Bupati mengharapkan masyarakat paham bahwa sampah plastik tidak selamanya membawa konsekuensi buruk bagi manusia karena melalui
upaya pengelolaan yang baik, plastik bahkan dapat menghasilkan produk ecobrick yang tentu sangat bermanfaat,”kata Wayan dalam acara yang dibarengkan bersama Festival Sampah dan Workshop (Lokakarya) Ecobrick. Menurutnya ecobrick dianggap menjadi solusi penanganan masalah sampah plastik yang sederhana, namun visioner

Kegiatan tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah plastik di Kabupaten Pemalang. Selain itu, kegiatan perlu melibatkan anak-anak di tingkat sekolah dasar guna
menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah bagi kelestarian lingkungan hidup.

Melalui keterlibatan anak-anak lanjutnya ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cinta terhadap lingkungan. Kemarin di lokasi acara juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan taman Mandala Ecobrick.

Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat Jendral Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar mengatakan ecobrick ini merupakan salah satu bentuk kegiatan sirkuler ekonomi yaitu menjadikan  sampah menjadi sumber daya.

“Yang penting adalah ecobrick menjadi solusi permanen sehingga dapat menjadi solusi terhadap pengolahan sampah secara permanen pula,” kata Rizal.

Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari pemangku kepentingan agar ecobrick mampu menjadi alternatif pengganti batako ataupun batu bata. Dengan adanya kegiatan di taman Patih Sampun ini Rizal berharap agar terus dibangun gerakan untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Mulai dari gerakan minim sampah dengan mengurangi, membatasi sampai gerakan memilih sampah sehingga sampah tersebut dapat menjadi sumber daya.

(Ali Basarah/ red2)

BERITA LAINNYA