Take a fresh look at your lifestyle.

Tidak Produktif, ASN Bisa Dipecat

221

SLAWI – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tegal, kini harus ekstra keras dalam memenuhi target. Pasalnya, jika ASN bermalas-malasan dalam bekerja bisa kena sanksi tegas. Bahkan, sanksi terberat yang diberikan yakni pemberhentian atau pemecatan sebagai ASN.

 

“Saya minta BKD untuk memetakan ASN yang perilaku kerjanya bermasalah. Cek, apakah ada rapat evaluasi kinerja pegawai di masing-masing unit kerja yang minimal dilakukan sekali dalam satu semester,” kata Sekda Tegal, Widodo Joko Mulyono saat membacakan sambutan Bupati Tegal di acara Sosialisasi Jaminan Sosial dan Pengembangan Karir PNS di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, baru-baru ini.

 

Dikatakan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja ASN yang didalamnya mencakup sanksi. ASN yang tidak produktif atau tidak memenuhi target kinerja akan dikenai sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian. Upaya itu dilakukan agar ASN di lingkungan Pemkab Tegal agar tidak terjadi kecemburuan.

 

“Tidak sedikit ASN yang hanya datang tepat waktu dan pulang tepat waktu, tapi menghilang di tengah-tengahnya,” ujarnya.

 

Namun demikian, lanjut dia, ASN tersebut mendapatkan gaji sama, TPP sama, dan menerima penuh. Tapi, ASN  yang bekerja ekstra karena satu dan lain hal, mereka absen terlambat sehingga TPP dipotong. Untuk meningkatkan kinerja ASN, Pemkab Tegal juga telah memberlakukan absensi dengan sidik jari. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negera.

 

“Ini dilakukan untuk memindahkan pola kerja ASN dari comfort zone ke competitif zone, dari zona nyaman kc zona kompetisi. Penerapan sistem absensi digital menjadi salah satu upaya untuk mengusik kenyamanan ASN dengan memaksa mereka hadir dan pulang tepat waktu,” bebernya.

 

Meski metode ini, tambah dia, tidak berpengaruh signiflkan pada kineljanya, tapi setidaknya tidak dijumpai kasus ASN yang menghilang sekian lama, dan baru muncul saat tanda tangan penerimaan gaji.

 

“Untuk itu, saya titip pesan kepada saudara-saudara agar integritas harus dinomor satukan. Bangun komitmen diri untuk tidak korupsi. Jika lingkungan kerja saudara mendorong saudara melakukan tindakan yang melanggar hukum, langsung laporkan ke sava,” pinta Joko. (Wiwit/red64)

BERITA LAINNYA