Take a fresh look at your lifestyle.

Tersinggung Geberan Gas Sepeda Motor…

172

* Kronologi Tawuran Antar Geng Remaja

TEGAL – Penyidik di Unit 3 Sat Reskrim Polres Tegal Kota, kini mulai menemukan akar persoalan yang menjadi penyebab tawuran tiga geng remaja, di Kota Tegal, yang terjadi depan bekas bangunan toko moderen Moro, di Jl Kapten Sudibyo, sekitar pukul 02.00 Minggu (15/9).

Dari keterangan sejumlah saksi dan sejumlah remaja yang diduga terlibat tawuran itu, dari suara geber-geberan (Dikeras keraskan) gas sepeda motor yang cukup pekak, yang diduga dilakukan geng Big Family Famous (BFF) dari remaja wilayah Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Se

BARANG BUKTI : Kanit 3 Sat Reskrim Polres Tegal Kota Iptu Bambang Waluyo, menunjukkan barang bukti sejumlah senjata tajam yang diamankan dari pelaku tawuran yang ditangkap.(Foto : Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

latan, Kota Tegal.

”Jadi dari peristiwa inilah kemudian muncul ketersinggungan dari kelompok lain, dan kemudian melayani tantangan untuk tawuran,” terang Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Agus Budi Yuwono, didampingi Kanit 3 Iptu Bambang Waluyo, Minggu (15/9).

Keterangan yang dihimpun penyidik mengungkapkan, awalnya sejumlah anggota geng remaja bernama Sekelompok Remaja Malam (SRM) dari Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, tengah tongkrongan (duduk-duduk) di pinggir jalan depan GOR Wisanggeni, Kecamatan Tegal Timur, sekitar pukul 21.00, Sabtu (14/9).

Kemudian salah seorang anggota geng tersebut (Ad) mengabarkan, jika malam itu tetap akan ada tawuran dengan kelompok remaja atau geng BFF. Informasi tersebut pun, tetap ditanggapi dingin sejumlah remaja dari kelompok itu.

Tapi sekitar pukul 00.00 dini hari, tiga anggota dari BFF mendatangi kerumunan anggota SRM yang tengah duduk-duduk santai di pinggir jalan depan GOR Wisanggeni. Menurut saksi, salah satunya diketahui berinisial Dn.

”Datang sambil menggeber-geber gas sepeda motor, dan mengatakan <I>mene kyeh<P> (ayo kesini-red),” ucap saksi Rf warga Jl Arjuna, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Sikap Menantang

Merasa tersinggung dengan geberan gas sepeda motor bersuara pekak, dan emosi atas sikap menantang tiga anggota geng tersebut, seketika itu dilakukan pengejaran terhadap tiga anggota geng itu.

Tapi pengejaran hanya sampai perempatan lampu merah depan Pasar Kejambon. Sebab tiga anggota geng laiinya, sudah tancap gas kabur ke arah Jl Aiptu KS Tubun, dan sulit dilakukan pengejaran.

Dihadapan kelompok atau gengnya, Ad yang sudah tahu siapa identitas remaja yang menantang tawur, akhirnya mengirimkan pesan tantangan tawuran via WhatsApp (WA) ke Din.

Tantangan itu pun disambut remaja dari Geng BFF. Kemudian disepakati lokasi tawuran di Jl Kapten Sudibyo. Tepatnya di depan bekas bangunan toko moderen Moro, masuk wilayah Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, sekitar pukul 02.00, Minggu (15/9).

Geng SRM didukung Geng Warbeh Yang dari Kramat, Kabupaten Tegal, berjumlah sekitar 20 orang remaja usia 15 tahun hingga 17 tahun, dengan berkonvoi sepeda motor mendatangi lokasi tawuran.
Di lokasi tawuran, geng BFF sudah siap siaga menyambut kedatangan sekelompok remaja dari Slerok dan Kramat.

Tak lama kemudian mereka pun saling berhadapan sambil masing-masing banyak yang membawa celurit, parang, besi panjang, gir sepeda motor yang diikat sabuk bela diri.

Tawuran Brutal

Meski situasi jalanan terlihat sepi, tapi sejumlah warga sekitar banyak yang melihat tawuran brutal dan mengerikan itu. Sejumlah remaja dari kelompok SRM dan Warbeh Yang terkena sabetan celurit.

Satu orang dengan kondisi mengenaskan, terkena sabutan celurit di paha kiri, dan senjata tajam itu sulit dicabut. Hingga akhirnya masih tertancap ketika dibawa ke rumah sakit terdekat.

Satu orang lagi terkena sabetan celurit di bagian rusuk kanan. Mengakibatkan jaketnya robek dan kulit luar tubuhnya sedikit tergores hingga mengeluarkan darah.

Beberapa remaja lainnya, menurut keterangan sejumlah saksi, juga sempat ada yang terkena bacokan benda tajam itu. Tapi akhirnya kabur menyelamatkan diri.

Aparat Polres Tegal Kota yang mendengar laporan warga sekitar, saat itu juga datang kelokasi kejadian untuk membubarkannya. Tapi sejumlah anggota dari tiga kelompok geng itu banyak yang sudah kabur melarikan diri. Hanya dua remaja yang mengalami luka cukup serius masih tergeletak di sekitar lokasi kejadian, kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Agus Budi Yuwono mengatakan, pelaku yang terlibat tawuran dan mengakibatkan sejumlah remaja luka, akan terus diburu. Beberapa sudah diamankan sebagai saksi dan tersangka.

Selain telah mengamankan sejumlah pelaku, penyidik di Unit 3 Sat Reskrim Polres Tegal Kota, yang bekerjasama dengan Tim Resmob, juga telah menyita barang bukti sejumlah senjata tajam. Seperti celurit, parang, besi panjang yang sepertinya telah dirancang khusus untuk tawuran, dan gir sepeda motor.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA