Take a fresh look at your lifestyle.

Terdampak Rob, 1.225 KK Belum Mendapat Bantuan Pemerintah

115

TEGAL – Sebanyak 1.225 kepala keluarga di RW 03 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal terdampak banjir rob sejak dua pekan lalu. Sebagian warga mengungsi, karena rumah mereka terendam air setinggi kurang lebih 20 centimeter hingga satu setengah meter.

“Ada yang mengungsi ke Musala dan Masjid. Ada juga yang numpang di saudaranya. Karena air rob masuk sampai ke dalam rumah,” kata Ketua RW 03 Kelurahan Muarareja, Nurochim, Senin (8/6) siang.

Menurut Nurochim, ada sekitar 1.225 Kepala Keluarga (KK) dari lima RT di RW 03 yang terdampak banjir rob. Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan beberapa diantaranya tidak bisa pekerjaan. Sebab, mayoritas warga di Kelurahan Muarareja berprofesi sebagai nelayan dan ABK kapal.

Warga, kata Nurochim, hanya mengandalkan penghasilan bulan lalu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih dengan adanya pandemi, tidak sedikit nelayan yang dirumahkan karena para pemilik kapal memilih untuk menambatkan kapalnya daripada memaksa pergi melaut.

“Penghasilan utama warga dari laut. Karena gelombang tinggi dan pandemi, ditambah banjir rob, banyak warga yang menganggur. Mereka juga belum mendapat bantuan dari Pemerintah,” bebernya.

Banjir rob kali ini, disebutkan Nurochim merupakan banjir rob terparah sepanjang sejarah. Pasalnya, pada pergantian musim kali ini, gelombang laut dapat memasuki permukiman dan merendam ratusan rumah setinggi 30 centimeter hingga satu meter.

Untuk mengantisipasi, warga secara swadaya membuat tanggul karung pasir untuk sabuk pantai. Namun, cara tersebut masih belum maksimal karena banyak beberapa tanggul yang jebol dihantam kerasnya ombak.

Sementara, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto mengemukakan, pihaknya sudah melaporkan kondisi di lapangan kepada Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Adapun harapan warga nelayan, dapat diberi bantuan makanan.

“Untuk jangka pendek memang warga butuh bantuan makanan. Sedang untuk penanganan rob, mereka berharap Pemerintah dapat segera membuat sabuk pantai dan growing pemecah gelombang,” katanya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA