Take a fresh look at your lifestyle.

Terdampak Covid-19, Pilkada Pemalang Akan Dilaksanakan 9 Desember 2020

PEMALANG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati-Wakil Bupati Pemalang diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020. Kepastian pelaksanaan Pilkada tersebut disampaikan Bupati Junaedi dalam konferensi pers di Comand Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jumat (5/6).

Semula Pilkada serentak ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat akan dilaksanakan pada 23 September 2020. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 pelaksanaan mengalami penundaan dan baru memperoleh kejelasan kemarin. “Khusus Kabupaten Pemalang kami siap, sebagaimana arahan Mendagri bahwa pelaksanakan Pilkada sesuai dengan protokol kesehatan,”kata Bupati didampingi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mustaghfirin dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hery Setyawan.

Namun demikian pihaknya masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang saat ini masih digodok di Kemenkumham. Kemudian setiap pelaksanaan tahapan Pilkada oleh KPU Pemalang, Bupati meminta agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas sehingga tahapan-tahapan tersebut tidak mengesampingkan protokol kesehatan. Semua pemangku kepentingan di Kabupaten Pemalang dia minta untuk ikut memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan termasuk dalam Pilkada ini.

Adapun berkaitan dengan pendaaan Pilkada Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada. “Ada rasionalisasi biaya-biaya baik itu penambahan atau pengurangan dilakukan ditingkat pelaksana teknis antara lain Sekretariat KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD),”terangnya.

Sementara penyaluran dana hibah ke KPU dan Bawaslu kata dia sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 sesuai dengan yang diajukan oleh dua lembaga tersebut. Untuk tahun 2020 anggaran sudah disiapkan tetapi dengan penyesuaian-penyesuaian.

Pemerintah Daerah optimistis Pilkada nanti bisa berjalan dengan baik hal itu menilik pada penyelenggaraan Pemilu di Korea selatan yang partisipasi pemilihnya naik meskipun di tengah pandemi Corona. Harapannya di Pemalang juga ada optimalisasi sehingga partisipasi masyarakat pemilih tinggi tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Ketua KPU Mustaghfirin mengatakan pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 akan mengikuti protokol kesehatan. “Sebagaimana petunjuk KPU maka akan ada pengurangan jumlah Pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menghindari kerumunan, misalnya yang pada awalnya 800 pemilih setiap TPS maka akan dikurangi menjadi 500/TPS,”ujarnya. Karena ada pengurangan di setiap TPS kata dia tentu ada konsekuensinya yaitu penambahan TPS. Ini akan dihitung ulang, dilakukan optimalisasi dan restrukturisasi anggaran agar Pilkada di Pemalang dapat berjalan efektif.

Adapun durasi waktu pemungutan suara lanjutya sesuai Undang-undang dimulai pukul 07.00 sampai pukul 13.00. Kebijakan lainnya adalah kemungkinan penambahan bilik suara namun untuk hal ini masih menunggu PKPU termasuk ukuran TPS. Sementara kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) diarahkan ke model virtual sedangkan untuk Alat Pelindung Diri (APD) COvid-19 bagi petugas TPS akan diupayakan.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA