Take a fresh look at your lifestyle.

Tenaga Medis Puskesmas Dilatih Pemulasaraan Jenazah Covid-19

222

BUMIAYU- BLUD Puskesmas Bumiayu menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19 di aula Kecamatan Bumiayu, Brebes, Rabu (29/4). Kegiatan tersebut diikuti oleh tenaga medis, bidan dan lebe (kaur kesra desa) di enam puskesmas wilayah Bumiayu, Bantarkawung dan Salem.

Kepala BLUD Puskesmas Bumiayu dr Ali Budiarto mengatakan, pelatihan  bertujuan untuk menghindari kesalahan persepsi dan adanya rasa ketakutan yang berlebih dari masyarakat terhadap pasien atau bekas COVID-19.“Nantinya persoalan dapat diselesaikan langsung oleh petugas kesehatan yang sudah terlatih itu,” kata dia.

Menurutnya, perlakuan pemulasaran tersebut diterapkan pada jenazah yang terduga Covid-19 atau jenazah yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP), serta jenazah kiriman dari transmisi lokal dengan penjelasan ada keluhan yang menyerupai COVID-19.“Pelatihan pemulasaraan ini juga akan kami lakukan di tingkat desa,” terangnya.

Dalam pelatihan yang dipandu oleh tim dari Dinas Kesehatan drg Adhi Supriadi tersebut, juga disimulasikan pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid-19. Mulai dari membungkus jenazah dengan plastik, kain kafan dan dibungkus lagi dengan plastik hingga kantong jenazah sebelum masuk ke dalam peti dan dikuburkan peti tersebut.”Pada seluruh tahapan itu selalu  dilakukan penyemprotan disinfektan. Petugas pemulasaraan juga mengenakan alat pelindung diri,” ujarnya.

Adhi menambahkan, jenazah Covid-19 harus dimakamkan sebelum empat jam sejak kematiannya. Hal itu berdasarkan pada pedoman kementerian kesehatan dan gugus tugas percepatan penanganan covid.“Mereka menyatakan, sebelum empat jam jenasah yang terindikasi covid-19 harus sudah dimakamkan. Alasannya apa? jelas  untuk meminimalisir terjadi penularan. Makin lama dimakamkan, potensi penularan makin besar,”katanya.

Agar pedoman tersebut bisa dilaksanakan, Adhi meminta agar setiap desa bisa menyediakan peralatan pemulasaraan. Dengan demikian, ketika terjadi kasus kematian yang diduga terindikasi virus corona dapat dengan cepat dilakukan pemulasaran dan pemakaman.”Setelah ini, kita berharap, puskesmas dan desa bersinergi mengantisipasi hal tersebut,” ujarnya.(Teguh Tribowo/red38)  

BERITA LAINNYA