Take a fresh look at your lifestyle.

Suhu Tubuh Pengendara Dicek di Pos Pantau Terpadu Dukuhsalam

147

SLAWI- Antisipasi penyebaran penularan Covid-19, petugas Pos Pantau Terpadu Arus Mudik Covid-19 di Terminal Dukuhsalam, Slawi, Kabupaten Tegal, melakukan pemeriksaan  terhadap warga yang bepergian ke luar kota maupun dari luar kota yang masuk ke Kabupaten Tegal.

Dalam kegiatan tersebut, kendaraan-kendaraan berpelat nomor polisi dari luar Kabupaten Tegal yang melintas di Terminal Dukuhsalam, diminta masuk ke dalam terminal tersebut.

Selanjutnya , tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, TNI, Polri melakukan pendataan kendaraan, nama para pengendara serta tujuan bepergian.

Kemudian, petugas mengecek suhu tubuh pengendara dengan menggunakan thermogun dan memastikan semua  yang berada di dalam kendaraan mengenakan masker kain.

“Jangan lupa maskernya dipakai ya Pak,”kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal, Sumiyati, saat menjumpai penumpang dari luar kota yang tidak mengenakan masker kain.

Sumiyati mengatakan, Kabupaten Tegal sampai saat ini tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga kendaraan masih leluasa melintas dan tidak diputarbalikan arah.

Menurutnya, sebagian besar kendaraan berpelat nomor  luar Kabupaten Tegal melakukan kegiatan ekonomi. Selain itu, ada yang milik warga Kabupaten Tegal dan digunakan untuk aktitas sehari-hari.

Untuk itu, guna mencegah penyebaran Covid-19, dilakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang keluar masuk di Kabupaten Tegal di Pos Pantau Terpadu Arus Mudik Covid-19 . Hanya saja, sesuai protokol kesehatan, penumpang diminta mengenakan masker dan sering cuci tangan menggunakan sabun/hand sanitizer.

“Di Kabupaten Tegal terdapat dua  Pos Pantau Terpadu Arus Mudik Covid-19, yakni di Terminal Dukuhsalam  Slawi dan Rest Area Klonengan. Dari pemeriksaan yang dilakukan sebagian besar penumpang sudah mengenakan masker. Kalau ada yang tidak mengenakan masker ditegur untuk segera mengenakan maskernya,”sebut Sumiyati.

Sumiyati menyebutkan, apabila dalam periksaan tersebut,  terdapat penumpang yang suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat celsius, maka penumpang akan diminta istirahat sejenak 10-15 menit. Selanjutnya akan dicek ulang suhunya. Apabila ada keluhan penyakit atau menunjukan gejala Covid-19 maka akan dijemput tim PSC 119 untuk dibawa ke pusat pelayanan kesehatan.

“Seperti Kamsi (30/4) lalu, ada satu penumpang yang suhunya 38,5 derajat celcius langsung diminta istirahat. Saat dicek ulang suhunya turun menjadi 37,2 derajat celcius,”terangnya.

Sementara itu, di Terminal Dukuhsalam tampak puluhan bis dari berbagai perusahaan otobus terparkir . Beberapa kru bus terlihat sedang memanasi mesin bis.

Menurut Sumiyati, dengan diberlakukannya PSBB di Jabodetabek, bus-bus dari Tegal tidak lagi beroperasi. Sedikitnya ada 38 bis yang parkir di terminal tersebut, yakni milik PO Dewi Sri sebanyak 24 bis, Dedy Jaya sebanyak 13 bis dan Sinar Jaya sebanyak dua bis. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

BERITA LAINNYA