Take a fresh look at your lifestyle.

Silatnas Petanesia, Perkuat NKRI dan Pancasila

170

 

PEKALONGAN – Bupati Batang Wihaji membuka Silaturahmi Nasional ( Silatnas) Organisasi Masyarakat Pecinta Tanah Air Indoensia ( Petanesia) yang berlangsung di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan Jumaat ( 18/10) Sore. “Negara kita merupakan negara besar, kita punya kewajiban untuk melanjutkan keberlangsungan masa sepan Bangsa,” kata Wihaji Dihadapan dihadapan para Tokoh agama dan budayawan yang hadir. Wihaji mengatakan, mengutip para tokoh agama dan budayawan dari para kiai dan gus bahwa ada negara yang lahir dari berbagai bangsa tapi ada bangsa yang melahirkan berbagai negara.

“Indoensia lahir dari berbagai bangsa dalam sejarahnya dan berkat pertolongan tuhan dari berbagai kebinekaan, perbedaan agama dan karakter, tokohnya serta pengorbannaya,” katanya Oleh karena itu, saya sebagai salah satu pendiri Petanesia bersama pendiri lainya meras handarbeni tentang Negara Kesaatuan Republik Insoensia. “Kumpulnya tokoh agama dan budayawan dari berbagai daerah untuk mendiskusikan tentang arah organisasi, rekomendasi Petansia kepada Indoensia , dan Fatwa Kebangsaan,” jelasnya.

Sementara,  Ketua Umum Petanesia M Eko Setyono mengatkan, sejarah Petanesia berangkat dari keprihatinan 13 tahun yang lalu Habib Lutfi Bin Yahya tentang NKRI, yang ternyata saat sekarang lagi digoyah separatisme, radikalisme dan terorisme. “Petanesia didirikan oleh Habib Lutfi Ali BinYahya, Mantan Bupati Batang Bambang Bintoro dan Bupati Batang Wihaji, Guntoro dan Hasyim bersepakat menentukan arah organisasi, tujuan dan fatwa kebangsaanya mau dibawa kemana,” jelas M Eko Stiyono . Dijelaskan, Petanesia bukanya hanya berisi dari umat muslim saja tapi dari berbagai seluruh umat agama dan budayawan di seluruh Indoenaia yang hadir di silatnas untuk berdiskusi bersama untuk menentukan arah organisasi.

” Petanesia adalah milik kita dan milik Indoensia, dan hadirnya kita jelas menolak separatisme, radikalisme, terorisme dan khilafah. Pancasila sudah final tidak bisa diganggu gugat dan kita akan mengawalnya,” jelasnya . Dijelaskan pula bahwa Petanesia pergerakannya melalui sejarah dan budaya karena adat istiadat, tradisi bagian dari kecintaan kita terhadap daerah sebagai jembatan kecintaan terhadap Tanah Air.  “Tentunya akan lahirlah jiwa nasionalisme dan tumbuh pula jiwa negarawan, maka berkibarnya sang merah putih yang terkadang harga diri bangsa, jati diri bangsa dan kehormatan,” jelasnya. (Kuswandi/Red9).

BERITA LAINNYA