Take a fresh look at your lifestyle.

 Sekolah Harus Menyiapkan Sarana Penunjang Protokol Kesehatan

173

SLAWI- Dengan adanya pandemi Covid-19, siswa di Kabupaten Tegal melaksanakan belajar di rumah sejak 17 Maret 2020. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan mekanisme belajar dari rumah bagi peserta didik pada satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal telah diperpanjang sampai 29 Mei 2020.

Hingga kemarin, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal belum mengumumkan kebijakan baru terkait perpanjangan KBM mandiri di rumah.

Terkait dengan dimulainya KBM di sekolah di masa pandemi Covid-19, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari saat ditemui Kamis (28/5) menyampaikan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat dan provinsi .

Menurutnya,  pastinya sekolah harus tetap menerapkan protokol kesehatan  Diantaranya dengan cuci tangan sesering mungkin menggunakan air dan sabun/hand sanitizer, memakai masker, dan menerapkan physical distancing.

Sekolah juga harus  menyiapkan alat-alat penunjang protokol kesehatan  seperti hand sanitizer, disinfektan dan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari.

“Guru kelas tetap di kelas. Arena bermain ditiadakan dan tempat duduk di kelas diatur, satu meja satu siswa. Intinya masih menerapkan physical distancing,”jelasnya.

Was’ari mengatakan, pihaknya masih menunggu juknis dari pusat atau provinsi terkait KBM di sekolah di masa new normal ini.

“Belum bisa bicara pasti karena regulasi dari provinis dan pusat belum ada. Apabila belajar di rumah selesai, siswa masuk, kita tinggal melanjutkan kalender pendidikan  yang adadi bulai Mei. Pembagian rapotkah, pengumuman kelulusankah, dengan tetap perpedoman pada protokol kesehatan,”sebutnya.

Was’ari menambahkan, pandemi Covid-19 akan mengubah KBM di sekolah. Kegiatan yang menyebabkan kerumunan massa akan ditunda dulu.

“Kehidupan normal tapi masih menggunakan kaidah yang ada. Siswa masih belajar di sekolah tapi dengan pembatasan,”imbuhnya.

Dikatakan, untuk pembelajaran daring di Kabupaten Tegal belum semua sekolah mampu menyelengarakan. Menurut Was’ari hal ini dikarenakan ada keterbatasan, diantaranya  sinyal ponsel di sejumlah wilayah, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar secara daring,  dan kemampuan kepemilikan android. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA