Take a fresh look at your lifestyle.

Satlantas Polres Tegal Berlakukan Tes Psikologi Bagi Pemohon SIM

214

SLAWI- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal mulai memberlakukan tes psikologi sebagai salah syarat penerbitan surat izin mengemudi (SIM). Hal ini berlaku untuk seluruh permohonan SIM baik SIM baru maupun SIM perpanjangan . Ketentuan ini mulai diberlakukan Senin (9/3).

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang melalui Kasatlantas Polres Tegal AKP Faris Budiman menyampaikan , ketentuan tersebut diberlakukan secara serentak di wilayah Polda Jateng.

“Permohonan SIM wajib menyertakan keterangan kesehatan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan tes psikologi,” kata Faris.

Menurut Faris, dasar hukum pelaksaan tes psikologi yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 4 huruf (b) dan Peraturan Kapolri Nomor 9 tentang SIM. Selain itu Surat Telegram Kapolda Jateng nomor: ST/213/Yan.1.1/2020 tanggal 22 Januari 2020 tentang pemberlakuan pesyaratan lulus tes psikologi bagi pemohon SIM seluruh golongan.

Untuk pelayanan di Satlantas Polres Tegal sudah disiapkan ruangan khusus bagi calon pemohon, yang beralamat di Jalan AIP KS Tubun, Slawi , di dekat gebang desa Kalisapu sebelah Timur Mapolres Tegal.

Satlantas bekerjasama dengan Edisantoso Konsultan Psikologi untuk pelaksanaan tes tersebut.

Ada enam komponen kesehatan rohani yang diujikan. Pertama, pengendalian diri, yakni kemampuan pengemudi mengendalikan sikapnya saat sedang mengemudikan kendaraan bermotornya di jalan raya.Kedua, stabilitas emosi, yakni keadaan perasaan seseorangd an kemampuan mengontrol emosi saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi.

Ketiga,konsentasi, yakni kemampuan memusatkan perhatian atau fokus pada saat mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya. Keempat, kecermatan, yakni kemampuan melihat situasi dan keadaaan secara cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam merepsikan kondisi yang ada.

Lima, penyesuaian diri, yani kemampuan beradaptasi dengan baikdalam kondisi dan medan apapun saat mengemudi kendaraan bermotor dan keenam, ketahanan kerja, yakni kemampuan individu bekerja secara teratur dalam tekanan saat mengemudi kendaraan bermotor.

Faris menyebutkan, tes psikologi ini dilaksanakan bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan dan dengan mengetahui kestabilan dan kesehatan jiwa bagi pemohon SIM baik baru maupun perpanjangan.

Sementara itu, Kanit Regident Ipda Andi Susanto menambahkan, tes psikologi merupakan tambahan bagi pemohon SIM A dan C. Bagi yang tidak lulus tes, dapat mengulang setelah dua hari dari tes awal. (Sari/Red–06)

 

BERITA LAINNYA