Take a fresh look at your lifestyle.

Satgas Penanggulangan Korona Dibentuk

223

PEMALANG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pemalang membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kewaspadaan dan Penanggulangan Infeksi Corona. Ketua IDI Darmanto mengatakan pembentukan Satgas tersebut untuk menjawab merebaknya kasus infeksi virus korona di dunia sehingga menjadikan kewaspadaan bersama seluruh warga dunia termasuk kalangan dokter di Pemalang.

“IDI Cabang Pemalang sebagai wadah para dokter berinisiatif membentuk Satgas Kewaspadaan dan Penanggulangan Infeksi Corona dengan Ketua Ira Widyastuti,”kata Darmanto, kemarin.

Acara pembntukan sekaligus pelantikan Satgas dilanjutkan dengan kegiatan temu ilmiah yang materinya tentang pencegahan dan penanggulangan virus korona dengan menghadirkan pembicara Lia Dwi Kuntari, dokter spesialis paru di RSU Ashari Pemalang kemudian ahli mikrobiologi Inayati. Dokter Lia menyampaikan bahwa gejala awal virus corona adalah bisa tanpa gejala atau hanya seperti orang terkena influenza biasa tetapi dapat berkembang dengan cepat menjadi berat bahkan sampai kepada kematian.

“Kita harus waspada kalau ada pasien datang dengan gejala influenza, harus ditanyakan apakah ada riwayat bepergian keluar negeri atau anggota keluarga yang telah tertular covid19,”kata Lia.

Nara sumber lainnya Inayati mengatakan virus corona ini dapat menyebar melalui droplet atau melalui percikan dahak yang keluar saat pasien covid19 batuk.”Jadi kita harus hati-hati dan di situlah perlunya masker,”ujarnya. Virus corona lanjut dia dapat mati jika seseorang mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sholahudin mengatakan bahwa informasi virus corona sudah tersebar luas di masyarakat. Dari informasi yang tersebar itu ada pula yang hoaks atau berita yang tidak benar sehingga berdampak adanya aksi borong masker dan borong antiseptik yang sebenarnya belum begitu diperlukan di Pemalang ini. “Kami himbau kepada para dokter untuk ikut memberikan informasi yang benar sehingga masyarakat tenang dan kondusif,”ujarnya.

Sebelumnya tersiar kabar salah satu warga Pemalang menderita gejala flu dan batuk serta memiliki riwayat bepergian ke Singapura. Pasien tersebut berobat ke Puskesmas kemudian dirujuk ke RSU Ashari dan selanjutnya dikirim ke RSU Kardinah Tegal. Penanganan atas pasien tersebut sudah dilakukan sesuai standar operasional prosedur baik di lingkungan pasien, Puskesmas maupun RSU Ashari.

Sementara itu di sela-sela kegiatan temu ilmiah dan pelantikan Satgas Corona kemarin dilakukan penandatanganan kesepakatan antara IDI dengan Asuransi BUMIDA. Kesepakatan kerjasama ini untuk perlindungan profesi dokter dalam pelaksanaan tugasnya.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA