Take a fresh look at your lifestyle.

Satgas Lawan Covid-19 Usulkan Jam Malam di Pemalang

189

PEMALANG – Satgas Lawan Covid-19, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang mengusulkan pada pemerintah daerah untuk diberlakukan jam malam di daerah tersebut. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya bersama untuk mencegah penyebaran maupun penularanan wabah Covid-19 di Pemalang.

“Hingga saat ini di Pemalang tercatat ada sekitar 25 orang yang sudah terkonfirmasi terpapar virus Covid-19. Meskipun dari jumlah tersebut sebagian besar sudah dinyatakan sembuh dan sehat, tetapi pemerintah harus tetap waspada menghadapi ancaman Covid-19,” ujar , Fami Hakim, Koordinator Satgas Lawan Covid-19 Kabupaten Pemalang, kemarin.

Dia mengatakan, Satgas Lawan Covid-19 Kabupaten Pemalang mengusulkan pada pemda untuk membuat kebijakan adanya jam malam. Dengan adanya pembatasan waktu, diharapakan bisa mengurangi resiko terpaparnya virus Covid-19. Pihaknya menilai, di daerah Pemalang masih banyak dijumpai anak muda yang senang berkumpul kumpul atau nongkrong di pinggir jalan. Adanya kumpul kumpul tersebut berpotensi terjadi penularan atau penyebaran virus Covid-19. Pihaknya menghimbau pada masyarakat untuk menahan diri untuk tidak berkumpul kumpul, dengan cara tersebut penyebaran virus bisa diputus. Selain itu semua masyarakat harus tetap disiplin untuk selalu mencuci tangan dengan sabun anti kuman, selalu jaga jarak, dan tetap menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah. Banyak usulan dari warga untuk adanya pengawasan dan pembatasan sosial terukur yang mendekati Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pemalang. Selain pemberlakuan jam malam perlu diterapkan kebijakan bagi pedagang maupun pembeli di pasar, perlu diterapkan pisichyal distance dikalangan pedagang, hal itu dinilai lebih aman.

“Terkait usulan adanya pemberlakukan jam malam, juga muncul pada saat rapat Satgas bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dinas Kesehatan. Harus ada ketegasan pemda dengan pemberlakuan jam malam dan mewajibkan masyarakat bermasker ketika keluar rumah dan ditempat keramaian,” tandasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data yang ada, terlihat tren naik untuk jumlah penderita Covid-19 di Pemalang. Meskipun hingga saat ini sudah sebagian dari mereka sembuh, tetapi bukan berarti Pemalang terbebas dari ancaman Covid-19, untuk itu perlu kewaspadaan dan upaya pencegahan bersama. Upaya sudah ada dan pihaknya mengapresiasi pada semua pihak yang sudah ikut andil dalam penanganan Cobid-19. Namun sekali lagi pihaknya mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan harus menggugah peran serta masyarakat dan membuat aturan untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Pihaknya menyampaikan terkait hal teknis lain ada dinas terkait. Dinas segera mungkin berupaya memberikan pemahaman teknis medis ke semua piranti pemerintahan tanpa kecuali selain alkes yg dibutuhkan dipuskesmas dan posko Posko pengawasan.(Joko Widodo/Red_03)

BERITA LAINNYA