Take a fresh look at your lifestyle.

Sat Reskrim Ringkus Komplotan Pengganjal ATM

Berbekal Tusuk Gigi, Gasak Uang Nasabah Rp 110 Juta

177

SLAWI-Tim Opsnal Satuan Reserse  Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tegal berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan empat anggota komplotan pencuri lintas provinsi.

Modus pencurian yang dilakukan komplotan ini adalah vandalisme dengan mengganjal anjungan tunai mandiri (ATM) dengan tusuk gigi yang telah dipatahkan.

Empat pelaku yakni Humaidi Afriansyah (33) warga Kecamatan Nibung, Sumatera Selatan, Iwan Darmawan (32) warga Kabupaten Sorolangun , Jambi, Eman Sahlan (28) warga Kota Bekasi, Jawa Barat dan Topan Kuniawan (25) warga Kota Jambi.

Karena berusaha melarikan diri saat akan diamankan, personel Sat Reskrim mengambil tindakan tegas terukur dengan menghadiahi timah panas kepada empat pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, salah seorang pelaku yakni Humaidi merupakan residivis dengan kasus yang sama di wilayah Polda Sumatera Selatan pada tahun 2012 dan menjalani masa tahanan satu tahun,

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang melalui Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Gunawan Wibisono pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Senin (23/3) menyampaikan, komplotan ini ditangkap setelah beraksi di area SPBU Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal pada 26 Januari 2020.

“Saat itu, korban yang merupakan warga Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi ,hendak mengambil uang di ATM. Namun karena ada tusuk gigi yang sudah dipasang para pelaku, kartu korban tidak bisa masuk atau dicabut dari mesin ATM,” katanya.

Selanjutnya, kata Gunawan, pelaku lainnya menghampiri korban dan berpura-pura menolong  korban memasukan katu ATM dengan cara dipaksa  hingga kartu berhasil masuk.

Padahal saat membantu korban, tanpa disadari oleh korban, pelaku sudah menukar kartu ATM dengan jenis sama. Setelah itu koban menekan pin dan tidak dapat melakukan transaksi karena kartu yang masukbukan milik korban melainkan kartu milik tersangka yang sudah dipersiapkan.

“Saat melihat korban panik tidak dapat melakukan transaksi, dua pelaku lain masuk ke dalam gerai ATM, dan berpura-pura membantu korban, padahal mereka memperhatikan korban menekan pin ,”jelasnya.

Selanjutnya para  tersangka  bergegas pergi menggunakan mobil dengan membawa kartu ATM korban. Kemudian komplotan tersebut meuju mesin ATM  yang berada di SPBU Muri , Desa Dampyak, Kecamatan Kramat untuk menguras uang korban sebesar Rp 110 juta.

“Uang ditransfer ke rekening lain. Dari pengakuan para  tersangka, uang untuk biaya kehidupan sehari-hari . Memang waktu diamankan oleh Katim Opsnal, Ipda Kukuh,  mereka sedang di tempat hiburan malam di Yogyakarta,”sebutnya.

Dari pengakuan tersangka, selain di Kabupaten Tegal, mereka juga telah melakukan aksi serupa di wilayah Pulau Jawa.

Gunawan menambahkan, satu anggota komplotan lainnya telah ditangkap dan diproses oleh Polda Yogyakarta.

“Sudah kami share di jajaran Reskrim Nusantara Indonesia, apabila ada TKP di wilayahnya,bisa melakukan pemeriksaan tersangka yang sudah kami amankan disini,”tutur Gunawan.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 60 kartu ATM berbagai jenis bank yang digunakan pelaku untuk menukar ATM, dua buah ATM, gergaji, tusuk gigi, spidol, HP, dan mobil Toyota Avanza H-9387- KD yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

“Para pelaku diancam dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian yang dilakukan dua orang atau lebih secara bersama-sama. Dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Gunawan dengan didampingi Kasubag Humas Polres Tegal, AKP Supratman. (Sari-Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA