Take a fresh look at your lifestyle.

Sampah Tak Bisa Dibuang, Kabupaten Tegal Darurat Sampah

SLAWI,smpantura.com – Sampah di hampir semua Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kabupaten Tegal tidak bisa dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPS) Penujah, Kecamatan Kedungbanteng sejak beberapa pekan lalu. Hal itu dikarenakan alat berat untuk meratakan sampah di TPA Penujah rusak.

“Ini kondisi darurat yang harus segera ditangani. Banyak laporan masuk dari masyarakat yang mengeluhkan sampah menumpuk di TPS,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, Selasa (30/11).

Dikatakan, laporan yang masuk terkait dengan penumpukan sampah, diantaranya di TPS Pagerbaranh, TPS Lebaksiu, dan TPS lainnya. Warga mengeluhkan penumpakan sampah membuat bau tak sedap dan timbulnya lalat. Selain itu, sampah yang tak segera dibuang juga akan menimbulkan banyak penyakit.

“Setelah kami konfirmasi ke pengelola TPA Penujah, ternyata alat beratnya rusak semua. Sampah sudah menumpuk tinggi, sehingga tidak bisa diratakan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Alat berat berupa 1 unit excavator, 1 unit loader, dan 2 unit buldozer mengalami kerusakan parah sejak beberapa pekan lalu. Kondisi itu, lanjut dia, membuat truk pengangkut sampah berhenti beroperasi. Mereka tidak bisa mengangkut sampah karena tidak bisa dibuang. Hal itu membuat sampah hanya dibiarkan berserakan di TPS. Padahal, tiap hari sampah terus bertambah banyak. OPD terkait diminta mencari solusi untuk pengadaan alat berat secepatnya.

“Ini sudah darurat sampah dan masuk dalam bencana. Harusnya bisa menggunakan dana bencana untuk mengatasi ini,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal itu.

Dijelaskan, anggaran bencana yang berada di alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) bisa digunakan untuk mengatasi kerusakan alat berat dengan sistem sewa. Sewa alat berat dilakukan hingga alat berat yang ada bisa berfungsi atau pengadaan alat berat baru.

“Penanganan tidak bisa menunggu tahun anggaran baru, karena semakin lama dibiarkan, sampah akan semakin banyak menumpuk,” ujar pria yang akrab disapa Jeni itu.

Ditambahkan, usulan Komisi III untuk anggaran sewa alat berat berupa bulldozer, tidak mendapatkan respon positif saat pembahasan di Badan Anggaran DPRD setempat. Hal tersebut membuat anggaran untuk penanganan sampah di TPA Penujah tidak dialokasi pada tahun ini. Padahal, kondisinya sudah sangat darurat. Sampah menggunung melebihi jalan truk pengangkut sampah. Padahal, saat komisi III melakukan kunjungan pada beberapa tahun lalu, belum separah ini.

“Program Bank Sampah belum mampu tangani tumpukan sampah di TPA Penujah. Paling hanya 1 ton dari 480 ton perhari sampah yang dibuang ke TPA Penujah, dimanfaatkan Bank Sampah,” katanya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA