Take a fresh look at your lifestyle.

Sampah Masih Menjadi Masalah Kekumuhan

181

PEMALANG – Sampah masih menjadi permasalahan kekumuhan pada tahun 2019. Koordinator Kota (Korkot) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Nugroho Adi Santoso melalui Askot Dedy Sarifudin mengatakan dari semua permasalahan kumuh, masalah sampah adalah 47,72%.

“Program Kotaku ini tidak hanya membangun infrastruktur untuk membuat suatu wilayah bebas kumuh namun juga bidang lainnya,”kata Dedy saat workshop (Lokakarya) Prigram Kotaku di hotel Winner, Selasa (20/8).

Menurutnya permasalahan kekumuhan selain persampahan adalah infrastruktur 22,63%, jalan (1,11%), drainase (6,76%), air minum (30,42%), limbah (27,47%) dan kebakaran (18,81%). Masalah jalan untuk wilayah kumuh kendalanya adalah pada lebar jalan yang mestinya 1,5 meter sulit dicapai lantaran jalan-jalan twrutama gang-gang lebarnya kurang dari 1,5 meter.

Demikian pula dengan masalah kebakaran di mana untuk Program Kotaku idelanya satu lingkungan RT tersapat hidran. Keberadaan hidran adalah untuk mempercepat pemadaman apabila terjadi kebakaran sebab di daerah kota lantaran jalan sempit maka apabila terjadi kebakaran mobil pemadam tidak bisa menjangkau rumah korban kebakaran.

Lokakarya kemarin menghadirkan nara sumber kelompok kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Satuan Kerja (Satker) Pembanagunan Infrastruktur Permukiman (PIP) dan Korkot Pemalang. Sementara ikut menyampaikan pemikiran Wakil Ketua Komisi B DPRD Fahmi Hakim.

Fahmi mengatakan dalam menangani masalah kumuh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meninggalkan ego sektoral.”Dalam menangani kumuh ini masing-masing OPD memiliki program karena tinggalkan ego sektoral dan lakukan koordinasi,”ujarnya.

Sementara itu kegiatan kemarin bertujuan agar peserta memahami kebijakan Program Kotaku dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan kumuh. Melalui kegiatan di sana peserta mampu untuk menyusun strategi pelaksanaan skala kawasan kolaborasi, memetakan isu dan mekanisme koordinasi konsolidasi serta memahami penanganan tindak lanjut temuan hasil audit BPKP.

Lokakarya dibuka oleh Kepala Bapeda yang diwakili Sekretaris Bapeda Setyo Hadi Susilo.(Ali/red3)

BERITA LAINNYA