Take a fresh look at your lifestyle.

Terkait BLT Dampak Virus Korona, Desa Minta Bantuan Disamaratakan

282

SLAWI – Sejumlah desa di Kabupaten Tegal meminta Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga yang terdampak Virus Korona (Covid-19) dari pemerintah untuk disamaratakan. Baik bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemkab Tegal dan Pemprov Jateng. Hal itu dimaksudkan agar tidak timbul kecemburuan sosial di masyarakat. 

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tegal, H Khaeru Soleh setelah melakukan kunjungan lapangan di sejumlah desa di Kabupaten Tegal, Jumat (17/4). Sekretaris DPC PPP Kabupaten Tegal itu mengatakan, payung hukum penggunaan Dana Desa (DD) telah diatur dalam Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendes PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Namun demikian, desa masih bingung dan ragu atas aturan tersebut. Para kepala desa berharap ada Peraturan Bupati (Perbup) tentang aturan Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020.

“Harapan para kades besarannya BLT disamakan supaya bisa mengakomodir masyarakat desa yang terdampak Virus Korona,” ujarnya.

Menurut dia, besaran Rp 600 ribu perkeluarga sesuai dengan Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020 hanya bisa mengkover beberapa keluarga. Kondisi beda jumlah bantuan BLT juga akan memicu kecemburan masyarakat. Pertimbangan tersebut membuat desa-desa di Kabupaten Tegal belum melaksanakan instruksi itu.

Soleh memperkirakan bantuan BLT dari desa, Pemkab Tegal, dan Pemprov Jateng dinilai tidak akan mampu mengkover warga yang terdampak Virus Korona. Pasalnya, semua masyarakat merasakan terdampak wabah virus ini, sehingga semua warga merasa layak mendapatkan bantuan itu. Terlebih untuk bantuan dari Pemkab Tegal yang hanya mengkover 191 keluarga setiap desa. Padahal, tiap desa harusnya berbeda-beda tergantung jumlah penduduk dan luas wilayah. Desa yang memiliki jumlah penduduk banyak merasa tidak adil.

“Komisi 1 meminta kebijakan Pemkab Tegal terkait BLT untuk dievaluasi kembali,” pintanya.

Ditambahkan, pihaknya menghimbau kepada warga Kabupaten Tegal, khususnya yang di desa tetap waspada dengan wabah Covid-19. Gugus tugas yang ada di desa harus proaktif terus menerus memberikan sosialisasi ke masyarakat supaya meminimalisir penyebaran virus itu. Selain itu, Pemkab diminta untuk memetakan wilayah yang masuk zona merah. Hal itu dilakukan agar desa waspada termasuk aktivitas kerumunan massa, anjuran ibadah di rumah, dan kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Korona lainnya.

“Apabila ini tidak segera dibuatkan, kami khawatir desa-desa yang sebenarnya sudah masuk kategori zona merah masih santai-santai saja dalam penanganannya,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA