Take a fresh look at your lifestyle.

Pusat Larang Mudik, Tempat Karantina Komunal Buat Siapa?

350

SLAWI – Pemkab Tegal telah mempersiapkan tempat karantina komunal di Gedung Korpri dan GOR Trisanja Slawi. Namun demikian, tempat karantina bagi para pemudik itu bakal muspro. Pasalnya, Pemerintah Pusat telah melarang keras warganya untuk mudik. Sementara itu, Gubernur Jateng juga mengintruksikan kepada setiap desa untuk membuat tempat karantina.

“Sekarang pemerintah sudah tegas melarang pemudik pulang kampung. Para pemudik di jalan tol juga sudah disuruh putar balik, bahkan kalau nekat bisa kena denda. Lalu, tempat karantina komunal itu untuk siapa,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni yang akrab disapa Jeni, Jumat (1/5).

Dikatakan, aturan, tindakan dan ancaman denda bagi pemudik yang nekat pulang itu, dinilai akan membuat warga takut pulang kampung. Jika warga nekat pulang kampung, pemerintah desa sudah mendapatkan intruksi dari Gubetnur Jateng untuk membuat tempat karantina di tingkat desa.

“Oleh karena itu, tempat karantina yang dibuat Pemkab akan tidak terpakai. Sayang anggaran yang digunakan dibuang sia-sia,” ujar politisi Golkar itu.

Sementara itu, Bupati Tegal Hj Umi Azizah menilik kesiapan Gedung Kopri pada, Kamis (30/4). Umi yang didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Meliansyori melakukan pengecekan sejumlah fasilitas di Gedung Korpri.

Umi mengatakan, fasilitas karantina ini disiapkan khusus bagi warga pemudik yang baru datang dari wilayah pandemi atau episentrum penyebaran Covid-19 seperti Jabodetabek. Meski sudah ada larangan mudik dari Pemerintah, Umi tetap menyiapkan tempat ini sebagai antisipasi atas segala kemungkinan. Umi berpandangan, pemudik yang di desanya tidak tersedia fasilitas karantina desa atau rumahnya tidak mendukung pelaksanaan isolasi mandiri selama empat belas hari, maka ia bisa menggunakan tempat ini.

“Saat mereka pulang kampung dan khawatir tidak bisa menjaga jarak dengan anggota keluarga lainnya karena rumahnya terlalu sempit, maka pemudik bisa gunakan fasilitas ini. Setelah empat belas hari dinyatakan sehat, maka ia bisa pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga”, katanya.

Dijelaskan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi sendiri memang sudah meminta desa menyiapkan tempat karantina komunal. Namun, Umi menyadari, tidak semua desa bisa menyiapkan fasilitas tersebut dalam waktu singkat sehingga untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, pihaknya pun menginisiasi pendirian tempat karantina ini. Umi pun membuka penawaran bagi desa-desa yang mengalami kesulitan tempat karantina bisa merujuknya kesini.

“Lokasi karantina di Gedung Korpri ini rencananya akan menampung 96 orang pemudik. Sementara di GOR Indoor Tri Sanja bisa menampung 240 orang pemudik. Karantina di GOR Indoor Trisanja tersebut akan kita fungsikan sebagai cadangan dan baru dipakai setelah fasilitas karantina di Gedung Korpri ini penuh”, kata Umi.

Tak hanya di Kota Slawi, pihaknya pun juga sedang menjajagi kerjasama dengan sejumlah pemilik tempat penginapan di sepanjang Pantura Tegal untuk menyiapkan tempat karantina bagi warga pemudiknya di wilayah utara. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA