Take a fresh look at your lifestyle.

Puluhan Warga Diduga Tertipu Pembelian Tanah Kavling

Kuasa Hukum Layangkan Surat Somasi

385

MARGASARI, smpantura.com – Puluhan warga yang mayoritas warga Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal diduga tertipu pengembang tanah kavling yang terletak di Desa Pakulaut Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal atau Kawasan Inpres Blok/ Nomor K 14. Pengembang menjanjikan setelah pelunasan akan diterbitkan sertifikat atasnama pembeli. Namun, hingga kini belum ada satupun pembeli tanah kavling mendapatkan sertifikat.

Kuasa Hukum warga pembeli tanah kavling, Toipin SH MH didampingi Asisten Advokat Yunia Elly Masruroh SH MH saat ditemui di kantornya pada Rabu (3/11) mengatakan, pihaknya mendapatkan surat kuasa khusus untuk menangani kasus dugaan penipuan dari 11 pembeli tanah kavling. Namun, jumlah itu baru sebagian kecil karena pembeli tanah kavling tersebut sekitar 75 orang. Dari 11 kliennya itu, Fatkhudin warga Desa Tlogo Sidokerto RT 01 RW 01 Buduran, Sidoharjo, Jawa Timur tersebut, telah menerima uang pembayaran tanah sebesar Rp 774 juta. Tanah kavling ukuran bervariatif antara 96 meterpersegi dan 131 meterpersegi, dan dengan harga jual antara Rp 25 juta dan Rp 220 juta.

“Jadi ada yang sudah empat tahun setelah pelunasan pembayaran, dijanjikan akan dibuatkan sertifikat. Namun, hingga kini belum terealisasi,” ujarnya.

Menurut dia, warga telah beberapa kali melakukan mediasi dengan pengembang. Namun, setiap pertemuan dijanjikan akan segera diselesaikan. Bahkan, terakhir pihaknya bersama warga juga melakukan pertemuan dengan Fatkhudin, akan tetapi seperti halnya pertemuan-pertemuan sebelumnya hanya dijanjikan akan segera diselesaikan. Atas hal tersebut, kuasa hukum warga membuat surat somasi 1 atau surat peringatan 1.

“Kami minta pengembang untuk menunjukan itikad baik,” pintanya.

Lebih lanjut dikatakan, itikad baik Fatkhudin dibuktikan dengan memberikan salinan tanda terima dokumen atas proses pemecahan sertifikat induk dengan Hak Milik Nomor 1957 seluas 12.505 meterpersegi atasnama Fathudin. Selain itu, sertifikat Hak Milik Nomor 03133 seluas 8.704 meterpersegi atasnama Fatkhudin yang terletak di Desa Paku Laut Kecamatan Margasari. Fatkhudin juga diminta memberikan dokumen-dokumen legalitas atas tanah yang telah dibeli atas kliennya, termasuk membuat Akta Jual Beli (AJB) di hadapan Notaris/PPAT setempat.

“Jika tidak, maka kami akan melakukan upaya hukum selanjutnya,” tegasnya.

Dijelaskan, atas tindakan Fatkhudin yang sampai saat ini tidak memberikan kejelasan dan kepastian status tanah tersebut dan telah menikmati uang dari kliennya, maka patut diduga Fatkhudin telah melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam ketentuan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP.

“Kami berikan waktu tiga hari setelah terima surat somasi, dan dua bulan untuk memberikan salinan tanda terima dokumen dari Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal. Jika tidak memberikan apa yang kami minta, maka sudah cukup bukti bahwa Fatkhudin tidak memiliki itikat baik untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Pengembang Fatkhudin menjelaskan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan para pembeli, dan hasilnya memberikan surat keterangan terkait batas waktu sertifikat diterima pembeli. Dalam surat keterangan secara jelas telah disepakati waktu dan tanggal penyelesaian dokumen, dan juga telah disampaikan secara lisan saat pertemuan dengan pembeli.

“Adapun batasan waktu adalah maksimal setahun, sertifikat akan diterimakan. Kami akan upayakan lebih cepat,” jelasnya.(T05-Red)

BERITA LAINNYA