Take a fresh look at your lifestyle.

Puluhan Alat Peraga Science Interaktif Dipamerkan di Brebes

207

BREBES – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memamerkan puluhan alat peraga pendidikan interaktif di Kabupaten Brebes. Pameran yang dikemas dalam Science For All (SFA) itu digelar di SMP Negeri 2 Brebes, Rabu (21/8). Kegiatan dalam rangkan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 itu sesuai rencan akan digelar selama tiga hari hingga Jumat (23/8).

Sebanyak 30 alat peraga pendidikan interaktif dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Generator Van De Graff, Tebak Tanggal Lahir, Halilintar, Piano Angklung, Bola Listrik, Penyelam Cartesian, Roket udara hingga alat peraga untuk menunjukan konduktor dan isolator. Dalam pameran itu, penggunjung juga bisa mencoba alat-alat yang dipamerkan tersebut. Selain pameran alat peraga interaktif pendidikan, dalam kegiatan itu juga dilaksanakan science show dan science corner.

Keberadaan pameran alat peraga interaktif itu langsung disambut antusias para pengunjung, yang kebanyakan dari pelajar. Bahkan, beberapa siswa taman kanak-kanak langsung mencoba bermain dengan alat peraga interaktif tersebut. Mereka terlihat tertarik saat mencoba alat bola listrik. pasalnya, saat tangan disentuhkan ke bola yang terbuat dari kaca, akan muncul kilatan listik yang seolah menempel ke telapak tangan. Alat peraga yang ramai disinggahi lainnya adalah tebak tanggal lahir dan roket udara.

Direktur Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) Kemenristekdikti, M Syachrial Annas mengatakan, SFA merupakan kegiatan pembelajaran Iptek bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda melalui beberapa pendekatan kegiatan Iptek. Tujuannya untuk menyebarluaskan kesadaran ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat luas. Kegiatan SFA sudah dilakukan di berbagai daerah. “Tahun ini kami memilih penyelenggaraan kegiatan SFA di Brebes, karena sekolah-sekolah di Brebes paling banyak melakukan kunjungan ke PP-IPTEK. Ini bentuk apresiasi kami terhadap Brebes,” ujarnya.

Menurut dia, misi PP-IPTEK menggelar pameran tersebut lebih kepada bagaimana mengenalkan iptek dari usia dini. Di sisi lain, selama ini ilmu science dikenal susah, sehingga dengan adanya alat peraga akan meningkatkan minat terhadap anak-anak untuk menekuninya. Menginggat, dengan alat peraga itu anak-anak terasa seperti belajar, tetapi secara tidak langsung mereka sebenarnya sedang belajar. “Jangka panjang kami, melalui kegiatan ini diharapkan akan muncul banyak scienctis atau ilmuan-ilmuan di Indonesia, salah satunya dari Brebes ini,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, SFA itu juga menjadi ajang promosi PP IPTEK. Kemenristekdikti sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahann pembelajaran iptek bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA