Take a fresh look at your lifestyle.

PPDB Dilakukan Dengan Cara Daring SecaraMandiri

154

SLAWI- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD dan SMP di Kabupaten Tegal direncanakan akan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). PPDB secara daring ini menjadi pilihan dikarenakan untuk mencegah penyebaran virus Korona atau Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Ahmad Was’ari melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Satiyo , mengatakan, PPDB secara daring (online) sudah menjadi sebuah kebutuhan di masa pandemi Covid-19.

Untuk pelaksanaannya,sekolah akan menggunakan aplikasi yang dibuat secara mandiri,  sehingga belum tersambung dengan sekolah lain.

“Ini dikarenakan Dinas Dikbud belum mempunyai server yang memadai. Ada aplikasi dari Telkom, tapi sewanya  sampai jutaan rupiah untuk tiap sekolah,”jelas Satiyo, Kamis(30/4).

Untuk biaya sewa aplikasi PPDB daring , kata Satiyo, sekolah tidak diperbolehkan menggunakan dana BOS. Di sisi lain, di Kabupaten Tegal tidak ada BOS daerah (Bosda) dan   belum dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tegal.

Terkait dengan aturan PPDB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyusun draft  petunjuk pelaksanaan. Selanjutnya pada Senin (4 /5) mendatang akan dibahas dengan perwakilan sekolah dari SD dan SMP.

Satiyo mengatakan, di Kabupaten Tegal terdapat 701 SD negeri dan swasta dan 113 SMP negeri dan swasta.

Dalam rapat yang akan dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, selain PPDB, juga akan dibahas teknis kelulusan dan kenaikan kelas siswa SD dan SMP.

Satiyo menjelaskan sesuai petunjuk Kemendikbud, pada masa pandemi Covid-19,  untuk kelulusan SD tahun ajaran (TA) 2019/2020, ditentukan berdasarkan dari nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 semester ganjil).  Sementara untuk kelulusan jenjang SMP, ditentukan berdasarkan dari nilai lima semester terakhir.

Adapun untuk kenaikan kelas SD dan SMP berdasar nilai semester. Nilai lain selain raport semester I , seperti portofolio dan penugasan sifatnya sebagai tambahan.

Dalam kesempatan tersebut, Satiyo menyebutkan, untuk mendukung pembelajaran  mandiri yang sebagian dilakukan secara daring, sekolah dapat menggunakan dana BOS untuk pembelian pulsa guru maupun siswa.

“Ini sesuai dengan Permendikbud nomor 19 tahun 2020 tanggal 9 April 2020. Dana BOS bisa untuk mendukung pencegahan Covid-19 diantaranya untuk pembelajaran daring, pembelian pulsa guru dan siswa, alat pelindung diri masker, hand sanitizer,”imbuhnya.

Permendikbud nomor 19 tahun 2020 merupakan perubahan atas Permendikbud nomor  8 tahun 2020 tentang juknis BOS reguler. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA