Take a fresh look at your lifestyle.

POSSI  Torehkan Hasil Gemilang di Banjarnegara

169
  • Raih 4 Emas, 4 Perak, dan 5 Perunggu


PEKALONGAN – Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POOSI) Kota Pekalongan menorehkan hasil gemilang saat mengikuti seleksi daerah Pra Kualifikasi PON 2020 yang diselenggarakan di Banjarnegara, belum lama ini. Dari empat atlet andalannya yang diterjunkan yakni  M Zidan Arif Billah,
Naufalhaq Helmy Aditya, M Sauqy Atsal Nugroho, Bahrudin Hafish Zaini, pulang ke Kota Batik membawa pulang 4 medali emas, empat perak dan 5 perunggu. Kemudian yang membanggakan lagi adalah M Zidan lolos pra kualifikasi dan bergabung dengan tim PON Jawa Tengah karena mampu memecahkan rekor di nomor 50 m Surface Putra dengan catatan waktu 16 detik.
Melihat prestasi tersebut, Ketua POSSI  setempat, Isnaeni Ruhullah Khumaeni memberikan apresiasi terhadap mereka berupa uang sebagai tali asih. Pemberian apresiasi dihadiri Wakil Wali Kota, HA Afzan Asrlan Djunaid, Ketua KONI, Mucammad C Maretan, dan para orang tua atlet.
”Mereka telah berjuang maksimal di kejuaraan tersebut sehingga layak jika mendapatkan apresiasi,” tegasnya.
Sebagai ketua baru yang belum definitif karena belum dilantik, sudah diberi hasil luar biasa yang bakal menjadi standar ke depan. Paling tidak bisa menjadi cambuk dan pemicu bagaimana ke depan dari 4 emas menjadi 12 atau 15 emas. Untuk itu, dia yang juga anggota legislatif di Kota Batik berharap adanya kerjasama yang bagus dengan semua pengurus.  Kemudian yang lebih penting lagi, Isnaini akan berusaha semaksimal mungkin memperhatikan apa yang menjadi kendala para atlet, khusus peralatan yang harganya cukup mahal.
Sementara itu, Wakil Wali Kota dalam sambutannya memberikan angin segar kepada pengurus selam soal sarana latihan. Aab, begitu dia akrab disapa menjelaskan saat ini Pemkot sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 9 Miliar untuk pembangunan kolam renang. Rinciannya, tahun ini sebesar Rp 2,5 m dan sisanya diberikan tahun depan.
”Tapi saya heran, meski tidak punya tempat latihan sendiri namun bisa menorehkan prestasi gemilang,” ujarnya disambut tepuk tangan semua tamu undangan.
Seperti biasanya, ketika ada ketua baru di cabang olahraga, Wakil Wali Kota selalu bilang bahwa pengurus bukan hanya menjadi ujung tombak pembinaan atlet, namun mereka juga harus siap menjadi ”ujung tombok”. Artinya, ketika ada kendala soal anggaran di cabang yang diurusnya, maka harus bisa mencarikan solusinya.
Sedangkan Ketua KONI mengakui kelemahannya adalah penyediaaan sarana dan prasana seluruh cabang olahraga. Sebab untuk keperluan tersebut, bukan wewenang dari KONI, melainkan instansi lainnya yakni Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).
”Selamat dan terimakasih kepada semua atlet yang sudah mempersembahkan medali sekaligus membawa nama harum Kota Pekalongan,” katanya.

(Moch Achid Nugroho/ red2)

BERITA LAINNYA