Take a fresh look at your lifestyle.

Positif Terpapar Covid, Satu Dokter di Pemalang Sembuh

 

PEMALANG – Satu dokter di Kabupaten Pemalang yang  positif terpapar Covid-19 dinyatakan sembuh. Bupati Pemalang, Junaedi
mengatakan dokter tersebut berjenis kelamin perempuan usia 24 tahun dan tinggal di Kecamatan Pemalang.

 

“Ada satu tenaga medis yang sembuh, seorang perempuan usia 24 tahun di Kecamatan Pemalang, dia dinyatakan sembuh karena sudah tidak
ada gejala klinis dan hasil uji Swabnya negatif,”kata Bupati saat konferensi pers di Posko Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pemalang,
Jumat (1/5) dinihari.

 

Dokter tersebut diumumkan positif terpapar Covid oleh Bupati Junaedi dalam konferensi pers pada tanggal 21 April 2020. Dia diumumkan
positif Covid bersama dengan tujuh tenaga medis lainya lainya.

 

Saat itu tenaga medis yang terpapar virus antara lain M perempuan (25) asal Sumatera Selatan, J perempuan (25) asal Jakarta Utara, S
laki-laki (24) asal Jakarta Pusat, M perempuan (23) Asal Purwokerto, M perempuan (24) asal Jakarta, D laki-laki (24) asal Pontianak, B
laki-laki (24) asal Bandung, dan W laki-laki (34) asal Pemalang. Mereka ada yang dirawat di rumah sakit ada pula yang isolasi mandiri.

Sementara itu di satu sisi satu dokter dinyatakan sembuh di sisi lain Bupati Junaedi mengumumkan adanya tambahan positif Covid
sebanyak enam orang. Terdiri atas lima tenaga medis dan satu warga Kecamatan Warungpring. Mereka dinyatakan positif berdasarkan hasil
uji Swab yang dikeluarkan otoritas berwenang.

 

Dengan adanya tambahan itu maka positif Covid-19 di Pemalang mencapai sebanyak 22 orang. Terdiri atas tiga orang sembuh, satu
meninggal dunia dan lainnya sebanyak 18 orang dalam perawatan.

 

“Sampai hari ini masih dengan marwah yang sama dalam rangka
penanggulangan penyebaran Covid di Kabupaten Pemalang untuk bisa kita lawan dengan protolol kesehatan,”kata Bupati .

Menurutnya sudah 1,5 bulan Pemerintah Daerah bersama sama menangani Covid dan ada beberapa hal serta dinamika yang terjadi salah satu
yang menjadi perhatiannya adalah pergerakan orang dari daerah ke daerah yang sebenarnya sudah dibatasi.

 

Dia menambahkan larangan mudik dari Presiden pada kenyataannya di masyarakat, larangan itu belum dipatuhi, masyarakat belum disiplin.
Sampai Jumat kemarin jumlah pemudik yang datang 77.787 orang. Pada malam menjelang bulan suci dan selama tujuh hari Ramadan tercatat
11.888 orang pemudik masuk Pemalang sehingga menempatkan kabupaten ini di posisi tiga besar pemudik yang datang ke Jateng.

 

“Untuk itu kami minta warga Pemalang yang masih di rantau agar jangan mudik,”ujarnya.

 

Menurut di Orang Dalam Pantauan (ODP) di Pemalang yang wafat adalah orang baru datang dari luar kota.

 

Kemarin disebutkan terdapat satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP) meninggal dunia pukul 18.30 di rumah sakit di Pemalang. Dia berjenis laki-laki usia 72 tahun tinggal di Kecamatan Taman. Bupati melakukan peninjauan dengan tim pemulasaraan jenazah ke lokasi pemakaman di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman
dan memastikan pemakaman berjalan aman.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA