Take a fresh look at your lifestyle.

Positif Korona 16 Orang, Warga Diimbau Lakukan Jogo Tonggo

161

SLAWI- Pemkab Tegal menggelar rapat koodinasi evaluasi percepatan penanganan Covid-19 di Pendapa Amangkurat, Pemkab Tegal, Senin (11/5). Rapat dipimpin Bupati Tegal, Umi Azizah yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal dan dihadiri kepala OPD dan camat.

Dalam evaluasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM serta Satpo PP, menyampaikan pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19 termasuk kendala yang dihadapi di lapangan.

Dalam paparannya, Kepada Dinas Kesehatan, Hendadi Setiaji menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Menurutnya, hingga Senin (11/5), jumlah pasien terkonfirmasi positif Korona berjumlah 16 kasus. Pasien berasal dari beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Warureja, Dukuhturi, Talang, Tarub, Slawi, dan Pagerbarang.

“Dari  16 terkonfirmasi positif tersebut , tiga orang tertular, sedangkan  13 lainnya merupakan impor. Kabupaten Tegal belum masuk kategori transmisi lokal,”jelasnya.

Hendadi mengatakan, dari 16 pasien tersebut, delapan orang telah dinyatakan sembuh, lima orang masih dirawat dan tiga orang meninggal dunia.

“Yang lima orang, alhamdulilah kondisi baik semua , yang meninggal usianya sudah sepuh (tua). PDP sementara dirawat ada 20 orang. Kami harap tetap  waspada, karena saat ini banyak yang mudik,”sebutnya.

Adapun untuk daerah yang paling banyak pasien terkonfirmasi positif yaitu di Slawi ada lima orang.

Ditambahkan, dari 16 pasien terkonfirmasi positif Korona, terdiri atas sembilan orang laki-laki dan tujuh orang perempuan, dengan rentan usia antara 40 tahun sampai 70 tahunan keatas.

Sementara itu, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami tren kenaikan setiap harinya antara dua, tiga, lima dan paling banyak enam orang.

“Yang sudah sembuh ada 130 lebih dan dirawat 20 orang,”ungkapnya.

Hendadi mengingatkan, bagi daerah lain yang masih relatif aman, diharap tetap waspada. Masyarakat agar tetap melakukan protokol kesehatan dan melaksanakan program Jogo Tonggo untuk mencegah penularan Covid-19.

Dengan banyaknya pemudik,  desa diharapkan bisa menyiapkan tempat karantina dengan melibatkan sejumlah unsur untuk melakukan pemantauan.

Tempat karantina komunal juga telah disiapkan Satgas Gugus Covid-19 Kabupaten Tegal yakni di Gedung Korpri Slawi.

Sementara itu, Bupati Tegal, Umi Azizah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dinas teknis (anggota Gugus Tugas Covid-19), karena sinergi yang dilakukan sudah sangat bagus. Untuk menyelesaikan pandemi Korona, dibutuhkan bantuan, sinergi kerjasama OPD dan masyarakat.

“Kata kunci keberhasilan kita mengatasi masalah Covid-19 ini yaitu kesadaran warga, sehingga menjadi tanggung jawab kita semuanya tidak hanya dari sisi pemerintah saja, tapi juga seluruh warga Kabupaten Tegal memiliki rasa untuk bersama mencegah penularan Covid-19,” papar Umi.

Pada kesempatan ini, Bupati Umi, juga berpesan agar Satgas Jogo Tonggo terus dilaksanakan dan dimaksimalkan. Karena menurutnya, Satgas Jogo Tonggo ini sangat efektif tanpa adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Tanpa PSBB Insya Allah kita mampu untuk mengakhiri kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal dengan kata kunci kebersamaan.Semoga kita senantiasa diberi kemudahan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tegal, Edi Budiyanto , mengatakan, sosialisasi protokol kesehatan harus terus dilakukan. “ Agar terus disosialisasikan lima hal, yakni memakai masker, sering cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak, tidak berkerumun dan tidak keluar rumah bila tidak perlu,”tuturnya. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA