Take a fresh look at your lifestyle.

Polres Tegal Bagikan Sembako Untuk Tukang Parkir dan Tukang Ojek

-Empati Kepada Warga Terdampak Wabah Korona

201

SLAWI- Polres Tegal kembali membagikan bantuan paket sembako kepada warga terdampak wabah virus Korona, Rabu (15/4).

Paket sembako diserahkan oleh Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang dan jajarannya kepada warga dan tukan parkir di sekitar Mapolres Tegal. Selain itu, juga diberikan kepada tukang ojek pangkalan dan ojek daring yang biasa mangkal di Bundaran Patung Obor, Kelurahan Pakembaran, Slawi.

Pemberian paket sembako disambut warga dengan gembira. Dengan wajah sumringah mereka menerima paket sembako berisi beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, kopi dan susu kental manis.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang menyampaikan, pembagian sembako ini merupakan bukti kepedulian Polri dalam hal ini Polda Jateng dan Polres Tegal kepada warga terdampak wabah Korona.

“Kami ingin berbagi kepada masyarakat, pada abang-abang parkir, ojol, ojek pangkalan dan seluruh lapisan masyarakat. Ini tidak hanya dilakukan oleh Polres tapi juga Polsek,”tuturnya.

Empati dari anggota Polri kepada masyarakat ini, kata Iqbal, diharapkan membantu meringankan beban masyarakat di saat wabah Korona.
“Kegiatan seperti ini Insya Allah dilaksanakan berkesinambungan,”imbuh Iqbal.

Wakapolres Tegal Kompol Heru Budiharto menambahkan, selain kepada warga, tukang ojek daring dan ojek pangkalan, bantuan yang diberikan Polres Tegal juga menyasar warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah seorang pengojek daring, Asep Saprudin (29) menyampaikan terima kasih kepada Polres Tegal yang memberikan bantuan paket sembako.
Warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang,Kabupaten Tegal ini mengaku, sejak wabah Korona penghasilannya turun drastis. Dengan kondisi sepi penumpang seperti saat ini, sulit baginya untuk sekedar mendapat uang sebesar Rp 20.000.

“Dengan adanya wabah Korona, pendapatan saya turun drastis, mencapai 90 persen. Biasanya sehari bisa dapat Rp 200 ribu sampai dengan Rp 300 ribu, sekarang cari Rp 50 ribu atau Rp 20 ribu saja sulit ,”ujar ayah satu anak ini.

Dengan pendapatan yang diperolah saat ini, tentu saja, keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Ia mengaku, dalam kondisi sulit seperti sekarang, keluarganya terbantu dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan vouncher belanja senilai Rp 50 ribu dari kantor Gojek tempatnya bekerja. Dia berharap agar penanganan dampak Covid-19 di daerah bisa baik lagi. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA