Take a fresh look at your lifestyle.

Polisi Masih Buru Penadah Jagung Pipilan

162

* Patroli di Jalur Pantura dan Jalingkut Ditingkatkan

TEGAL – Penyergapan dua ”Bajing Loncat”, yang selama ini beroperasi di Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) Kota Tegal, bukan berarti kasusnya telah selesai. Polisi, khususnya dari Unit Reskrim Polsek Tegal Barat dan Sat Reskrim Polres Tegal Kota, kini masih memburu penadah Jagung Pipilan (Pocelan).
Berdasarkan pengakuan dua bajing loncat yang dibekuk, sebanyak 10 ton jagung pipilan yang dicuri dari truk gandeng G-1759-AE, seharga Rp 45.391.500, telah dijual ke penadah, dengan harga murah.
”Pengakuan dari kedua tersangka ini, jagung dijual secara bertahap ke sejumlah orang di daerah Tegal dan sekitarnya. Siapa penadahnya, kami terus mengembangkan informasinya. Jadi penanganan kasus ini masih berlanjut,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes, didampingi Kapolsek Tegal Barat Kompol Sugeng SH MH.
Menurut dia, memang untuk mengungkap penadahnya, tidak mudah. Apalagi pembelian jagung pipilan ilegal hasil dari mencuri dari muatan truk gandeng itu, tidak ada resi tanda transaksinya.
Meski begitu, dengan barang bukti 14 karung jagung pipilan yang belum sempat dijual ke penadah, dan bukti-bukti lainnya, termasuk keterangan kedua tersangka, penadahnya dapat diproses secara hukum. ”Intinya kami akan terus mencari penadahnya,” ucap dia.
Sementara itu, berkait dengan kemunculan kasus pencurian muatan truk yang parkir di pinggir Jalingkut yang telah diungkap, patroli di jalur itu dan jalur pantura ditingkatkan. Patroli dilakukan personel gabungan dari Sat Reskrim, Sat Sabhara dan empat polsek.
Tidak Dijaga
Di sisi lain, kepada para sopir yang memarkir kendaraannya di pinggir jalingkut maupun jalur pantura, agar memperhatikan sisi keamanannya. Jangan sampai muatan yang diangkut tidak dijaga atau diawasi.
”Jadi kalau parkirnya di lokasi yang sepi tanpa penjagaan, maka akan jadi sasaran empuk pelaku pencurian. Carilah lokasi yang aman untuk parkir dan harus ada penjaganya. Kemudian koordinasi dengan aparat kepolisian,” tandas dia.
Perlu diketahui, dua pria yang kerap beraksi sebagai ”Bajing Loncat”, di jalur lingkar utara (Jalingkut) Kota Tegal, sejak Juli hingga akhir Agustus 2019, disergap Tim Khusus Unit Reskrim Polsek Tegal Barat, beberapa hari lalu.
Keduanya disergap, ketika diduga tengah mencuri Jagung pipilan (Pocelan) dalam karung, dari truk gandeng G-1759-AE, dan memindahkannya ke mobil Daihatsu pikap biru dongker G-1750-SE. Kejadian itu terjadi di sekitar kawasan Pelabuhan Perikanan Tegalsari atau Pelabuhan Jongkor, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, sekitar pukul 02.30, Minggu (1/9).
Kedua pelaku yang ditangkap, satu orang ternyata kernet sopir truk gandeng itu, Saknan (34). Kemudian satu orang lagi rekannya bernama Tohir (34). Keduanya berasal dari Desa Belik, Kabupaten Pemalang. Menurut keterangan penyidik, keduanya telah menikah dengan warga Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.
Keduanya ditangkap setelah ada laporan dari sopir truk gandeng G-1759-AE, Takrib (54), warga Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, ke personel Unit Reskrim. Juga laporan dari pemilik barang, Toni Jafar (39), warga RT 2 RW 3, Dusun Kidul, Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA