Take a fresh look at your lifestyle.

Peserta Didik dan Orang Tua PKBM Kingdom Dilatih Buat Ecobrick

198

 

PEKALONGAN – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kingdom Kota Pekalongan menggelar kegiatan edukasi lingkungan, mengenal sampah dan praktek membuat ecobrick. Kegiatan edukasi lingkungan ini diikuti tujuh belas anak didik, guru dan orang tua murid PKBM, dengan peserta sebanyak 30 orang. Pelatihan pengelolaan sampah yang dilaksanakan di Kantor PKBM Kingdom di Jalan Angkatan 45 No 39 Kota Pekalongan tersebut, disambut antusias oleh peserta. Acara diawali dengan doa bersama, sambutan dari kepala PKBM, perkenalan dari Komunitas Sapulidi, kemudian penyampaian materi. Untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan antara Komunitas Sapulidi dan peserta didik, acara diselingi dengan game dan ice breaking.

Kemudian, materi inti disampaikan dengan memutarkan video dan menyampaikan materi tentang pengetahuan dan bahaya sampah oleh narasumber dari Komunitas Sapulidi. Setelah diputarkan video mengenal tentang sampah dan dampaknya bagi kehidupan, kemudian narasumber menjelaskan bahwa salah satu solusi yang paling mudah meminimalisir keluarnya sampah dari rumah tangga atau sekolah maka diberikan pembelajaran praktek ecobrick. Masing-masing anak yang sebelumnya sudah mengumpulkan plastik seperti, sachet kopi, snack, mie instan, kresek juga botol plastik dikumpulkan dan dijadikan bahan untuk pembuatan ecobrick. Selama berlangsungnya acara atas dasar keingintahuan anak-anak menanyakan apa arti Sapulidi yang kemudian dijawab oleh Imam Nur Huda, salah satu narasumber sekaligus pegiat Komunitas Sapulidi.

Imam yang akrab disapa Kang Hoed menjelaskan, Sapulidi merupakan kepanjangan dari Sadar Peduli Lingkungan Dikatakan, Komunitas Sapulidi selama ini bergerak dibidang lingkungan dan kebersihan, dan selama ini terus bergerak, dan konsen terhadap kepedulian lingkungan. “Bicara soal lingkungan, merupakan tanggungjawab kita semua. Maka, dimulai dari diri kita, mari kelola sampah mulai dari rumah kita,” terang Imam Nur Huda. Hingga kegiatan berakhir seluruh peserta bisa menyelesaikan ecobrick, meski tidak sampai berat 200 gram dari botol air mineral 600 ml. Dengan riang gembira anak-anak membawa ecobricknya masing-masing untuk foto bersama bahkan ada yang membawanya pulang. (Kuswandi/R9).

BERITA LAINNYA