Take a fresh look at your lifestyle.

Perguruan Tinggi  Dituntut Pelihara Kepercayaan Masyarakat

* LPM UPS Tegal Sosialisasi ke Dekan dan Kaprodi

TEGAL – Masa pandemi Covid 19 yang belum jelas kapan berakhirnya, menuntut kewajiban pengelola perguruan tinggi (PT) memelihara kepercayaan masyarakat. Seperti mutu dosen, perkuliahan dan mencetak lulusan yang berkualitas.

Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Prof Dr Fakhruddin MPd, berkait dengan kegiatan ”Sosialisasi Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dan Audit Mutu Internal”, yang digelar di ruang rapat Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP).

”Ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dimengerti berkait dengan kondisi dunia pendidikan tinggi saat pandemi Covid 19.

AUDIT MUTU : Rektor UPS Tegal Prof Dr Fakhruddin MPd saat ”Sosialisasi Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dan Audit Mutu Internal”, yang digelar di ruang rapat Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP). Kegiatan yang digelar LPM dihadiri dekan dan Kaprodi.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Karena banyak hal teknis yang harus dilakukan, seperti belum diperbolehkannya kuliah tatap muka langsung. Tapi sekarang dengan sistem daring,” tandas Rektor.

Dia juga mengungkapkan tujuan penyelenggaraan sosialisasi itu, yang dinilainya sebagai bentuk sinergitas antarprogram studi.

Bagaimana sebuah perguruan tinggi dibangun. Menurut Rektor, pertama adalah memiliki kurikulum yang baik.

Kedua, dosen yang berkualitas. Ketiga adalah memiliki sarana pendidikan yang baik. Terakhir dan paling penting adalah, memiliki kesanggupan dalam memelihara kepercayaan masyarakat.

”Membangun sebuah perguruan tinggi, bukan semata dengan kurikulum yang baik, sarana yang bagus atau dosen berkualitas.

Tapi kesanggupan dan komitmen dalam memeilihara kepercayaan, dimana kesanggupan ini harus diberikan kepada pemerintah dan kepercayaan kepada masyarakat,” papar dia.

Kesanggupan dimaksud, menurut Prof Dr Fakhruddin MPd, bukan kesanggupan seorang dosen dalam keterampilan mengajar.

Tapi kesanggupan seorang dosen dalam menjaga kepercayaan yang diberikan pemerintah dan masyarkat, dalam mencetak generasi yang baik untuk bangsa.

Kesanggupan Awal

Karena banyak perguruan tinggi di Indonesia yakin, bahwa kesanggupan itu adalah awal. Sedangkan pada akhirnya yang lebih utama lagi adalah sebuah kepercayaan.

Dimana kepercayaan yang harus diberikan ke masyarakat, sebuah perguruan tinggi bisa membawa mahasiswanya bermanfaat bagi sekitarnya, dan memiliki ilmu yang bermanfaat.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UPS Tegal, Dr Beni Habibi MPd mengatakan, saat pandemi Covid 19, kualitas perguruan tinggi harus tetap ditingkatkan dengan menggelar kegiatan seperti sekarang.

Itu atas dasar, dalam rangka persiapan implementasi kebijakan sistem akreditasi baru. Karena tujuan penjaminan mutu, selain untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi, juga menjaminkan mutu mahasiswa untuk menghasilkan generasi bagi bangsa yang berkualitas.

Sementara itu, pemateri dari Kepala Bidang Penjaminan Mutu Eksternal M Shaefur Rokhman MSi menjelaskan tentang instrumen suplemen konversi nilai akreditasi program studi.

Juga tentang hal yang melatarbelakangi kegiatan sosialisasi itu. Yakni berkait terbitnya Permrndikbud No 5 tahun 2020.

Kemudian ditindaklanjuti Per BAN-PT No 1 tahun 2020. Intinya masa berlaku akreditasi adalah lima tahun. Sedangkan perpanjangan akreditasi dilakukan otomatis oleh BAN-PT, dan Evaluasi insidental oleh BAN-PT.

Akreditasi Ulang

Perguruan tinggi atau program studi, kata dia, dapat mengajukan akreditasi ulang untuk kenaikan peringkat akreditasi.

Pengajuan akreditasi ulang paling cepat dua tahun, sejak penetapan peringkat akreditasi terakhir.

Berdasarkan PerBAN-PT No 1 tahun 2020, lanjut dia, ada tahapan akreditasi pemantauan pemenuhan syarat peringkat akreditasi, evaluasi data, dan Informasi mutu perguruan tinggi atau program studi.

Selanjutnya juga disampaikan berkait instrumen suplemen konversi (ISK) ke BAN-PT, merupakan dokumen yang diajukan.

Itu sebagai usulan konversi peringkat akreditasi lama ke perangkat baru. Peingkat A menjadi Unggul, B menjadi Baik Sekali, C menjadi Baik.

Pemateri kedua Ir Taufik Hidayat MEng, dari Penjaminan Mutu Internal LPM perguruan tinggi itu menjelaskan, Audit Mutu Internal.

Yakni merupakan proses pengujian yang sistematika, mandiri, dan terdokumentasi, untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di universitas sesuai dengan prosedur.

Kemudian hasilnya telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, untuk mencapai tujuan institusi.

Menurut dia, ada empat manfaat audit mutu internal. Seperti dapat memverifikasi tujuan perguruan tinggi, standar dikti yang ditetapkan perguruan tinggi, dan nilai-nilai yang telah ditetapkan, dilaksanakan sesuai regulasi.

Kemudian, memantau kesesuain pencapaian tujuan atau pelaksanan dengan standar, menjamin akuntabilitas dari pelaksanaan standar, dan menemukan ruang perbaikan dalam rangka mengurangi resiko Perguruan Tinggi.

LPM perguruan tingginya dengan pelaksanaan AMI dapat memperoleh perbaikan sistem penjaminan mutu yang efektif.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA