Take a fresh look at your lifestyle.

Peran dan Fungsi LKS Tripartit Perlu Dioptimalkan

TEGAL, smpantura.com – Kepala Disnakerin Kota Tegal, R Heru Setyawan mengajak seluruh anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Kota Tegal, untuk lebih dapat meningkatkan peran dan fungsinya di masa mendatang.

“Mari kita berdayakan peran dan fungsi LKS Tripartit sebagai forum komunikasi, konsultasi dan musyawarah untuk membahas masalah-masalah ketenagakerjaan di Kota Tegal,” tutur Heru saat memimpin Sidang Pleno LKS Tripartit di Kafe KJA Komplek Nirmala Square, belum lama ini.

Menurut Heru, hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan, perlu ditopang oleh keberadaan asosiasi pengusaha dan serikat pekerja atau buruh yang kuat.

Bukan untuk saling berlawanan, namun untuk membangun sinergi dan kehadiran unsur pemerintah sebagai katalisator untuk menyelaraskan kepentingan masing-masing pihak.

Menanggapi perlunya reorganisasi personalia LKS Tripartit yang berakhir masa baktinya akhir 2021, Djoko Triatmojo menyarankan Disnakerin memfasilitasi penggantian personel dari unsur terkait dan berharap personel yang ada tetap dilibatkan serta bisa meningkatkan komitmen maupun kinerjanya.

Chandra Hardewiyanti sepakat dengan berbagai agenda yang akan dijalankan di tahun 2022 mendatang.

“Pemantauan ke perusahaan terkait pembayaran THR dan pemenuhan fasilitas kesejahteraan pekerja perlu lebih diintensifkan,” ujarnya.

Ditambahkan karena May Day 2022 jatuh H-1 Hari Raya Idul Fitri, perlu digeser waktunya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja, Sulistyo Adhi Susanto, yang menjabat Sekretaris LKS Tripartit memaparkan, agenda yang sudah dilaksanakan LKS Tripartit Kota Tegal pada tahun 2021.

Disampaikan ada tiga personel yang berhalangan tetap dan perlu diganti untuk kepengurusan 3 tahun ke depan.

“Dua orang dari unsur pekerja karena meninggal dunia, dan 1 orang dari unsur pemerintah karena memasuki purna tugas,” jelasnya.

Menanggapi laporan, Kasi Pembinaan Hubungan Industrial Siti Chomsyah dari hasil verifikasi lapangan terhadap keberadaan Serikat Pekerja atau Serikat Buruh, Heru meminta Disnakerin proaktif dan bekerja keras untuk memberdayakan unsur pekerja dari perusahaan-perusahaan yang pekerjanya belum membentuk wadah berserikat.

“Serikat Pekerja atau Serikat Buruh yang berada di dalam maupun di luar perusahaan harus berkiprah secara positip untuk mewujudkan hubungan yang harmonis dengan pengusaha, dalam dinamika yang berdimensi keadilan. Duduk bersama ketika ada masalah, untuk mencari solusi bijak dan dalam suasana kekeluargaan,” tegas Heru sebelum menutup sidang pleno.

Diharapkan LKS Tripartit dapat lebih berkinerja optimal untuk mempertahankan kondusifitas iklim ketenagakerjaan di Kota Tegal. (T03-red)

BERITA LAINNYA