Take a fresh look at your lifestyle.

Penutupan Pintu Timur PAI Instruksi Wali Kota

95

TEGAL, smpantura.com – Penutupan pintu masuk Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI) sebelah timur, diketahui atas instruksi dari Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Namun, belum diketahui alasan pastinya.

“Penutupan pintu timur perintah langsung dari bapak wali kota,” ujar Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tegal, Abdan Harimurti, saat menghadiri audiensi antara pedagang PAI dengan Komisi III DPRD Kota Tegal, Jumat (15/10).

Lebih lanjut Abdan menjelaskan, beberapa kali Kepala Disporapar, Cucuk Daryanto menyampaikan aspirasi para pedagang. Namun, wali kota tetap menghendaki penutupan.

“Kami tidak bisa menyampaikan alasan. Informasi terbatas mengenai alasan penutupan, karena yang intens berkomunikasi Kadinas,” imbuh Abdan.

Ihwal kios yang disewakan sejak 2011 silam, Abdan mengakui tidak ada pemeliharaan dari Pemkot. Adapun penarikan retribusi, mendasari Perda Retribusi Jasa Usaha, dengan besaran Rp 240.000 per bulan sejak 2012 lalu.

Sementara, terkait penempatan anjungan dermaga apung di sisi timur PAI dilakukan, untuk menarik wisatawan. Sebab, selama ini banyak dikeluhkan titik keramaian hanya ada di kawasan PAI sebelah barat.

“Dermaga apung ditempatkan di sana agar wisatawan menyebar. Awalnya, memang itu satu rangkaian. Tetapi karena sempat rusak jadi dipecah menjadi dua,” tandasnya.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Edy Suripno meminta Disporapar menyederhanakan masalah dengan mengkomunikasikan kepada wali kota terkait penutupan.

“Dermaga apung, dulu malah diusulkan tiga. Barat, tengah dan timur agar menjadi fasilitas menarik. Kalau saya seperti itu. Belum ada penataan komprehensif,” ujarnya .

Terkait adanya bangunan kios yang ambruk, Sekretaris Komisi III, Sisdiono Ahmad menanggapi, semestinya Pemkot Tegal memperbaiki karena kompensasi dari sewa. Sebab, Pemkot Tegal harus bisa memberikan tempat yang layak sesuai dengan besaran sewa.

Bahkan, pihaknya mengusulkan Pemkot untuk memberikan keringanan sewa kepada pedagang yang memperbaiki secara pribadi bangunan yang ambruk.

“Sudah ada yang ambruk, sewa dipungut, sepertinya itu kurang bijak. Perlu ada perhitungan ulang,” tegasnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA