Take a fresh look at your lifestyle.

Penculik Tujuh Anak Kecil di Tegal Ditembak

405

* Pelaku Diduga Seorang Psikopat

TEGAL – Yossy Ardian Lisantika (43), seorang nelayan yang diduga penculik tujuh anak kecil usia sekolah dasar, yang meresahkan warga dalam dua pekan terakhir, akhirnya ditembak Tim Resmob Sat Reskrim Polres Tegal Kota.

Penembakan itu terpaksa dilakukan, karena tersangka berusaha kabur saat akan ditangkap. Di sisi lain, aparat kepolisian tidak akan pelaku berbahaya tersebut lolos dari sergapan, dan dikhawatirkan akan jatuh korban lagi.

KASUS PENCULIKAN : Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi, didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Budi Yuwono SH MH, sambil menunjukkan tersangka, memberikan keterangan pers berkait kasus penculikan yang telah terungkap, Jumat (8/5).(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

”Saya berharap, pelaku seperti ini dihukum seberat-beratnya. Karena telah meresahkan banyak warga, membuat trauma dan merusak masa depan anak kecil. Karena korban-korbannya yang masih anak-anak usia sekolah dasar, selain dilucuti perhiasannya, juga dicabuli untuk pelampiasan birahi tersangka,” ucap Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi.

Dengan nada tercekat, dan matanya terlihat berkaca-kaca, Kapolres Tegal Kota, didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Budi Yuwono SH MH, dan Kanit I Sat Reskrim Ipda Yunus Al Imron mengatakan, tak bisa secara detail menjelaskan perbuatan bejat tersangka.

Sebagai seorang ibu, dan memiliki anak-anak yang masih kecil, Kapolres Tegal Kota, dapat memahami dan ikut merasakan kepedihan yang dialami para orang tua korban. Terutama kalangan ibu-ibu.

”Ya, orang tua mana yang tak akan sedih dan hancur perasaannya, melihat putri kesayangannya menjadi korban. Apalagi sampai melihat tersangka secara langsung. Tentu ini mudah memancing emosinya. Saya juga tak tega menceritakan kejadian yang sesungguhnya tentang perbuatan tersangka ini,” ucap dia.

Sudah Bercerai

Dihadapan penyidik Unit I Sat Reskrim, tersangka kelahiran Kota Tegal, mengaku pernah menikah dengan perempuan warga Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Tersangka mengaku sudah bercerai dengan istrinya. Tapi masih kerap berkunjung ke Purwahamba.

Kapolres mengungkapkan, keterangan awal kepada penyidik, tersangka mengaku hanya menculik dan mencabuli dua anak perempuan usia sekolah dasar.

Itu sesuai dengan dua kejadian terakhir di akhir April dan di awal Mei, yang telah dilaporkan ke Polsek Tegal Barat dan Polsek Tegal Selatan.

”Kemudian mengaku tiga, empat, enam dan sekarang seperti yang anda dengan sendiri, tersangka mengaku telah menculik dan mencabuli tujuh orang anak kecil, perempuan semuanya. Bisa saja besok keterangannya akan berubah, dan korban yang disebutkan bertambah,” ucap dia.

Menjawab pertanyaan, motif perbuatan tersangka, menurut Kapolres, keterangan sementara sebagai pelampiasan birahi, setelah bercerai dengan istrinya pada Mei lalu. Tapi ada dugaan tersangka psikopat. Alias memiliki penyakit gangguan jiwa.

Dalam sepak terjangnya, tersangka memberikan uang Rp 2.000, kemudian ada juga yang ditawari akan dibelikan roti ulang tahun.

Begitu korban mau diboncengkan dengan sepeda onthel untuk menunjukkan toko roti terdekat, tersangka kemudian mengajaknya pergi ke sebuah rumah kosong di Purwahamba, Kabupaten Tegal.

Bertolak Belakang

Berkait motif tersangka melakukan perbuatan itu setelah bercerai dengan istrinya pada Mei ini, keterangan tersebut bertolak belakang dengan fakta kejadian yang dilaporkan orang tua korban.

Seperti kejadian yang menimpa Fr (10), warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, yang diculik dan dicabuli, pada Senin (29/4).

Tak lama berselang, kejadian serupa dialami An (9), warga Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, pada Minggu (5/5).

”Dari dua kejadian ini, korbannya dibawa ke sebuah rumah kosong di Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, yang tidak jauh dari rumah mantan istri pelaku,” tandas Kapolres.

Secara kebetulan, terang Kapolres, ada warga yang melihat pelaku pernah memboncengkan anak kecil ke rumah kosong dimaksud.

Bahkan pada kejadian pada Minggu (5/5), korban menangis keras. Ada warga yang melihat dan curiga.

Dari dua kejadian tersebut, akhirnya Tim Resmob Sat Reskrim Polres Tegal Kota dipimpin Aiptu Ermy Waluyo SH mengembangkan penyidikan.

Kemudian menemukan tersangka yang bersembunyi di sebuah rumah. Saat akan ditangkap, tersangka justru kabur, dan akhirnya dapat dibekuk setelah satu timah panas menembus betis kaki kanannya.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA