Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkot Tegal Sediakan Karantina Untuk Pemudik

165

TEGAL – Pemerintah Kota Tegal menyediakan Gelanggang Olahraga (GOR) Tegal Selatan untuk menjadi tempat karantina sementara para pemudik yang terlanjur pulang kampung. Untuk memastikan kesiapannya, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengecek langsung fasilitas dan tingkat kesiapsiagaan petugas.

“Kita perkirakan ini mampu untuk menampung sekitar 200 orang. Jika membludak, kita bisa memanfaatkan bagian lapangan untuk dijadikan tempat karantina. Sementara ini sudah cukup bagus, tinggal ditambah lagi yang masih kurang-kurang,” kata Jumadi, kemarin.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tegal itu menyampaikan, dipilihnya GOR Tegal Selatan sebagai karantina pemudik, karena tempatnya yang paling memungkinkan untuk dimanfaatkan. Selain luas dan memiliki banyak ruangan, lokasi GOR juga mudah dijangkau.

Keberadaan karantina ini dikhususkan bagi pemudik yang membandel mudik ke Kota Bahari dan memiliki risiko terhadap Covid-19. Selama kurang lebih 14 hari, pemudik yang berisiko akan menjalani karantina. Bukan hanya tempat saja, melainkan pula pemenuhan kebutuhan lain juga ditanggung Pemkot Tegal.

“Ruangannya sudah dingin, karena ada ACnya. Bed tempat tidur baru, makanan disediakan dari catering. Petugas medis dan obat-obatan juga disediakan. Kita utamakan digunakan bagi pemudik dari zona merah ya. Nanti RT dan lurah bisa berkoordinasi,” imbuhnya.

Namun demikian, besar harapan Pemkot kepada warga Kota Tegal yang merantau, untuk tidak mudik pada Lebaran 2020 ini. Jumadi menghimbau, para perantau diminta tetap berada di daerah rantauannya hingga kondisi di seluruh Indonesia dan dunia membaik.

Sejauh ini, sambung Jumadi, pihaknya telah menempatkan 10 tempat tidur sebagai persiapan awal. Rencananya, Pemkot Tegal melalui Tim Gugus Tugas akan menyediakan 100 tempat tidur. Mengingat GOR Tegal Selatan memiliki banyak ruangan.

“Data sementara, sudah ada 2.000 warga Tegal yang mudik. Jika mereka tidak memiliki cukup tempat tinggal dan berisiko untuk keluarga serta tetangganya, maka dianjurkan datang ke sini,” tutup Jumadi. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA