Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkot Beri Bantuan Pekerja yang Dirumahkan

136

TEGAL – Sebanyak 541 pekerja dari 71 perusahaan di Kota Tegal dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Untuk sedikit meringankan beban mereka, Pemerintah Kota Tegal menyalurkan bantuan secara simbolis, Kamis (20/5) siang.

Penyerahan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Disnakerin), Heru Setyawan dan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Tegal, Edi Susyanto.

Menurut Heru, pihaknya telah mengusulkan 541 pekerja yang berdomisili Kota Tegal yang dirumahkan karena terdampak Covid-19. Namun, setelah pemadanan data dengan bantuan sosial lainnya, hanya muncul 65 orang yang berhak mendapat bantuan.

“Meski hanya 65 orang saja, namun dari 541 pekerja beberapa diantaranya telah menerima bantuan. Seperti 247 orang menerima dari provinsi, 137 dari BPNT Pusat, 5 orang menerima BST, 117 orang diberi bantuan sembako Pemkot Tegal,” bebernya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tegal, Jumadi menyebut bantuan dari Pemerintah ada tiga jenis yaitu bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Agar tidak terjadi penumpukan penerima bantuan, dilakukan pemadanan data.

Sejauh ini, Pemkot telah memberikan bantuan kepada warga miskin, PKL, tenaga kebersihan, para guru swasta non ASN. Ihwal pemberian bantuan kembali akan diberikan atau tidak, Jumadi menegaskan, setelah PSBB berakhir pada Jumat (23/5), pihaknya terlebih dulu akan melakukan evaluasi.

“Nanti usai lebaran kita lihat dahulu perkembangannya. Nanti Pak Wali akan mengevaluasi kira-kira masih diperlukan lagi pemberian bantuan atau tidak,” kata Jumadi.

Salah seorang penerima bantuan, Junaedi (33) mengaku senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Mantan karyawan CV KSS bagian dekorasi itu telah dua bulan dirumahkan bersama 10 orang temannya.

“Alhamdulillah dapat rejeki. Saya ucapkan terima kasih sama Pak Wali semoga bantuan ini bisa berkelanjutan, jangan cuma disini saja,” ungkap Junaedi yang mengaku baru mendapat bantuan akibat dampak Pandemi Covid-19.

Warga Kelurahan Tegalsari RT 05/ RW 07 ini mengaku telah bekerja selama tiga tahun di bagian dekorasi CV KSS. Dimana setiap pekannya, dia menerima upah sebesar Rp 800 ribu. Namun, kini dia tak lagi bekerja, mengingat perusahaan tempatnya bekerja tak beroperasi. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA