Take a fresh look at your lifestyle.

Pelaksanaan PSBB di Kota Tegal Akan Seperti Ini

347

TEGAL – Masyarakat Kota Tegal diwajibkan mentaati segala aturan dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 23 April 2020 mendatang. Bahkan, telah disiapkan sanksi tegas bagi masyarakat yang nekat melanggar aturan PSBB.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi usai memimpin jalannya rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PSBB di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Sabtu (18/4) siang.

Sebagai gambaran, Jumadi menyampaikan, aturan PSBB yang akan dilaksanakan diantaranya membatasi kegiatan keagamaan dengan menutup seluruh tempat ibadah, melarang acara resepsi pada acara pernikahan maupun khitanan dan melarang masyarakat makan di tempat makan ataupun restoran.

“Warga hanya boleh membeli makanan dengan cara dibungkus atau memanfaatkan fasilitas pesan antar. Dalam hal prosesi pemakaman bagi warga yang meninggal karena faktor non Covid-19 hanya boleh dilakukan oleh maksimal 20 orang,” ungkap Jumadi.

Selain itu, PSBB nantinya juga akan membatasi aktivitas perkantoran dengan menutup seluruh perkantoran serta mengganti dengan konsep kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Terkecuali bagi instansi di bidang komunikasi, logistik, perbankan atau lembaga keuangan.

Termasuk pula instansi yang berkaitan dengan kebutuhan pangan sehari-hari, dengan tetap memeberlakukan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan serta melakukan termoscan dan wajib bermasker pada karyawan.

“Untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dari level PAUD/ TK hingga perguruan tinggi juga ditiadakan selama permberlakukan PSBB,” tegas Jumadi.

Warga, sambung Jumadi yang berkumpul juga akan dibatasi maksimal lima orang dan wajib menerapkan jaga jarak serta wajib mengenakan masker. Pembatasan juga berlaku pada pengurangan kapasitas angkut sebesar 50 persen pada angkutan umum, termasuk taksi online.

Untuk ojek online masih dapat beroperasi, namun sebatas mengantar barang dan makanan. Ojek online tidak lagi diperbolehkan menaikkan penumpang.

Adapun hal-hal masih diperbolehkan beroperasi atau buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan diantaranya pasar, supermarket, pusat perbelanjaan serta warung kelontong yang seluruhnya akan dibatasi waktu operasionalnya maksimal sampai pukul 20.00 WIB. Sepeda motor dibatasi maksimal mengangkut dua orang, dengan satu alamat yang sama sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepada seluruh OPD serta Forkopimda serta Gugus Tugas Pengananan Covid-19, Jumadi berharap agar segera melaksanakan tugas mempersiapkan pelaksanaan PSBB, termasuk melakukan sosialisasi kepada warga, baik melalui media sosial, media masa, elektronik hingga melalui unsur RT/ RW di tingkat Kelurahan se-Kota Tegal.

“Ajak seluruh tokoh agama dan masyarakat. Sosialisasikan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jumadi juga memerintahkan kegiatan pembagian Paket Sembako bagi 14.114 warga Kota Tegal dapat selesai tersalurkan sebelum pemberlakuan PSBB 23 April 2020 mendatang.

“Jadi, warga tidak perlu repot keluar rumah saat PSBB sudah diberlakukan,” tutupnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA