Take a fresh look at your lifestyle.

PeDeKate ABK Puskesmas Bumiayu Masuk Top 10 KIPP Jateng 2021

BREBES,smpantura.com– Inovasi pelayanan publik “PeDeKaTe ABK” (Peduli, Deteksi dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus) dari Kabupaten Brebes, masuk dalam Top 10 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah 2021.

PeDeKaTe ABK adalah inovasi dari Puskesmas Bumiayu untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus.”Alhamdulillah, PeDeKaTe ABK berhasil masuk dalam Top 10 KIPP Jateng 2021. Harapan ke depan, inovasi ini bisa maju ke kompetisi tingkat nasional,” kata Kepala Puskesmas Bumiayu, dr Ali Budiarto, Selasa (30/11).

Menurut Ali, PeDeKaTe ABK sudah bergulir lebih dari setahun. Program ini bertujuan untuk menggerakkan kepedulian seluruh elemen masyarakat, mempercepat penemuan kasus ABK dan mempermudah akses layanan intervensi.“Untuk target program ini kelompok rentan berkebutuhan khusus, utamanya usia balita dan anak kurang mampu,” katanya.

Implementasi PeDeKaTe ABK, lanjut Ali, melibatkan OPD terkait dan elemen masyarakat. Di antaranya, Dinas Sosial, DP3KB, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, KPAI, Donatur, Organisasi Profesi dan Forkompimcam.“Untuk Peduli, kita menggerakkan sektor terkait. Deteksi dini kita lakukan pemantauan langsung kepada perkembangan balita. Intervensi dini kita lakukan Fisioterapi melakukan assessment, konsultasi lanjutan,” papar Ali.

Selama program ini berjalan, Ali menambahkan, Puskesmas Bumiayu telah melakukan pendampingan kepada seratusan anak berkebutuhan khusus. Di antaranya, disabilitas fisik 60 anak, disabilitas mental 14 anak, disabilitas intelektual 38 anak dan disabilitas sensorik 5 anak.“Program inovasi yang kita jalankan ini untuk mengatasi keterlambatan deteksi kepada balita dan anak disabilitas sejak dini. Dan juga tidak ada layanan ABK di Faskes Tingkat I serta keterbatasan akses pelayanan dan ketidakmampuan orang tua. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bisa membantu sesama dan bermanfaat,” ujarnya.(T06-red)

BERITA LAINNYA