Take a fresh look at your lifestyle.

Pedagang dan Pengunjung Pasar Induk Brebes Dirapid Test, Ini Alasanya

172

BREBES – Puluhan pedagang dan pengunjung Pasar Induk Kota Brebes, secara acak dilakukan rapid test, Kamis (28/5). Selain Pasar Induk Brebes, rapid test juga dilakukan di beberapa pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan. Langkah itu dilakukan Pemkab Brebes sebagai upaya tracking dalam pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19).

Kepala Puskesmas Brebes, Heru Padmonobo mengatakan, rapid test kepada pedagang dan pengunjung pasar tersebut merupakan bagian dari tracking dalam pencegahan penyebaran virus corona. Kegiatan itu dilaksanakan serentak di beberapa wilayah di Kabupaten Brebes. Di Kota Brebes misalnya, rapid test dilakukan di Pasar Induk dan Yogya Mall. Kemudian, di Bumiayu dilakukan di Mall Jati Baru. Di Kecamatan Ketanggungan, dilakukan di Pasar Ketanggungan dan Yogya Mall Ketanggungan. Selain itu dilakukan juga di Yogya Mall Losari dan Pasar Banjarharjo. “Ini kami lakukan sebagai bagian dari pencegahan, sekaligus pengambilan sampel persebaran virus korona,” ujarnya.

Khusus di Pasar Induk Brebes, kata dia, pihaknya mengambil sample terhadap 40 orang. Mereka terdiri dari pedagang dan pengunjung yang dipilih secara acak. “Sebanyak 40 orang ini kami rapid test, dan diketahui hasilnya semua negatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain dilakukan rapid test, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap sample yang dipemeriksaan. Itu tidak lain untuk memudahkan pemantauan jika ada yang reaktif. “Alhamdulilah kegiatan kami ini mendapat responnya sangat baik dari masyarakat,” sambungnya.

TONTON VIDEONYA DISINI

Sementara seorang pedagang di Pasar Induk Brebes, Saleh (55) mengaku, terbantu dengan adanya rapid test yang digelar mendadak tersebut. Selama ini dirinya merasa was-was karena pedagang maupun pembeli melakukan aktivitas, tanpa protokol kesehatan yang maksimal. Pihaknya juga lega setelah dirapid test hasilnya negatif. “Tadi sudah ikut rapid test dan hasilnya negatif. Saya merasa lega karena selama ini sering kontak langsung dengan banyak pembeli, yang membuat saya sendiri merasa was-was dengan virus ini,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA